Batusangkar, Editor.- Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat yang diwakili oleh Kepala Cabang Dinas Pindidikan Propinsi Sumatera Wilayah IV Ayus, S.Pd, M.Pd membuka secara resmi Rapat Kordinasi Pengembangan Jejaring Kerjasama Industri Dalam Rangka Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah yang dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batusangkar, Rabu (25/9), bertempat di ruangan sidang SMKN 2 Batusangkar di Bukit Gombak.
Rakor tesebut diikuti oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) antara lain BPTP Sumbar, Owner Naomi Hiudro Fram Padang, PT.KSM Cabang Payakumbuh, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Haekal Farm Lintau Kabupaten Tanah Datar, D.Hous Cake Lima Kaum Batusangkar dan Pabrik Tahu,Tempe Batusangkar.
Selain itu juga dihadiri oleh Kordinator Pengawas (Korwas) Serkolah Menengah (SM) Tanah Datar ,Seluruh Pengawas SMK.SMA Tanah Datar,Kepala SMK.SMA se Tanah Datar<kjetua Komite SMK 2 Batusangkar dan Guru beserta Karyawan SMKN 2 Batusangkar serta pengurus OSIS SMKN 2 Batusangkar,
Kepala SMK N 2 Batusangkar Drs, Syafren dalam sambutannya mengatakan, Rakor berdasarkan adanya surat Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Direktorat PSMK& Kepala SMK N 2 Batusangkar No.12826/DS.6/KU/2019 Tanggal 21 Juni 2019 Tentang Bantuan Pengembangan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah Tahun 2019 sebesar Rp 150 juta.
Adapun ruang lingkup Kegiatan ini adalah, meningkatkan kualitas Pengelolaan Pembelajaran di SMK sesuai dengan tuntutan standar Industri, mengembangkan Pola kemitraan dengan dunuai industri dalam rangka mengatasi kesenjangan, kebutuhan tenaga guru, fasilitas praktek dan keterserapan lulusan didunia kerja dan menyelenggarakan model pembelajaran yang dirancang bersama dunia industri /asosiasi untuk pemenuhan kompetensi khusus lulusan yang diminta duania industri .
Kepala Dinas Pendidikan Sumatara Barat yang diwakili oleh Kepala Dinas Cabang Pendidikan Sumatera Barat Wilayah IV Anis dalam sambutannya mengatakan, hasil data dari BPS pada tahun 2018 penyumbang penganguran terbesar di Indonesia adalah para lulusan SMK,
Hal ini dikarenakan para lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja tidak mempunyai kompetensi yang sesuai dengan lapangan kerja yang ada, karena mereka sewaktu di SMK keahlian yang didapatnya tidak sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia,maka mereka selalu kalah bersaing. Untuk itu dengan adanya kebijaksanaan dari Kementerian Pendidikan maka setiap SMK diharuskan melakukan kerja sama dengan DU/DI yang memberikan masukan dan juga mengajar di SMK tentang apa saja kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri saat ini.
Untuk itu Rakor yang diadakan hari ini sangatlah penting. Apa-apa yang dihasilkan dalam rakor ini saya mengharapkan kepala sekolah betul-betul mengimpilakasikannya, harap Ayus.
Sebelumnya Ketua pelaksana kegiatan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum Syofni, Sp melaporkan, pengembangan SMNK berbasis Industri/Keunggulan Wilayah adalah untuk menyiapkan lulusan SMK yang siap bekerja dibidang tertentu.
Sebagai pembicara dalam rakor tersebut adalah pimpinan Naomi Hidro Fram Padang dan Pengawas SMKN 2 Batusangkar Yuyuk Mulyati, S.Pt, M.Pd yang menjelaskan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri pada abad ke 21 yang mau tak mau harus diikuti oleh SMK sebagai institusi penyedia tenaga kerja serta peningkatan kopetensi guru di bidang masing-masing yang ada di SMK. ** Jum
Leave a Reply