Komisi III DPRD Tinjau Kembali Pekerjaan Optimalisasi SPAM IKK Kota Sawahlunto

Komisi C DPRD Kota Sawahlunto saat melakukan peninjauan.
Komisi C DPRD Kota Sawahlunto saat melakukan peninjauan.

Sawahlunto, Editor.- Komisi III DPRD Kota Sawahlunto meninjau kembali atas Pekerjaan Optimalisasi SPAM IKK Kota Sawahlunto dengan Nomor Kontrak HK.01.02/15/PPK.AM/PPP-SB/2021, tanggal Kontrak 30 November 2021, Waktu Pelaksanaan 300 hari kerja, Nilai Kontrak Rp. 27.921.611.000,- Konsultan Supervisi PT Dacrea Design and Engineering Consultans Join Operation With PT Deserco Development Services, Kontraktor Pelaksana PT Jasuka Bangun Pratama – PT Bayu Surya Bakti Konstruksi (KSO), Tahun Anggaran APBN 2021-2022, di Kawasan Kandi, Kamis 13 Oktober 2022

Kegiatan tersebut merupakan Program National Urban Water Supply Project (NUWSP) atau program air minum untuk daerah perkotaan. Program Bank Dunia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat.

Ketua Komisi III Masrisal, SH, didampingi Wakil Ketua Komisi III Jhony Warta, SH, Sekretaris Komisi III Rio Mardanil, SH, anggota Osvita dan H. Lazwardi beserta Tim Memantau atas Kegiatan tersebut dalam rangka menjalankan Fungsi Pengawasan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

“Kami hanya menjalankan Fungsi Pengawasan sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan. Harapan kami sama, pekerjaannya sesuai dengan RAB dan sesuai spek,” ucap Masrisal saat turun lapangan.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Sawahlunto Rio Mardanil mengatakan bahwa dirinya optimis dengan melihat perkembangan pembangunan PDAM di Kandi ini. Mengingat dengan tenggat waktu sebulan lagi, progresnya sudah mencapai 87 persen. Nantinya dapat dioperasionalkan dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sesuai hasil turun lapangan tadi, saya melihat debit air dan dengan kecepatan 55 liter per detik, saya sarankan PDAM untuk melakukan kajian seandainya debit air yang ada, tidak memungkinkan. Karena dengan tekanan 55 liter per detik itu sangat cepat. Mungkin kajian-kajiannya pada musim kemarau panjang, jadi kan sayang kita punya pompa baru, semuanya baru tapi debit air tidak memadai. Mungkin semacam antisipasi untuk direncanakan dari sekarang,” bebernya.

Selanjutnya, kata Rio, mengenai spek barang yang digunakan telah sesuai dengan RKA yang tertulis. Harapannya, barang-barang seperti pompa, mesin dan lain-lain memang bahan-bahan yang terbaik yang dipilih oleh pihak pelaksana. Sehingga apa yang dikerjakan ini tidak dikerjakan sampai dua kali.

“Mengingat proyek yang besar ini, takutnya nanti sudahlah terbaik barangnya, beberapa bulan ke depan setelah operasional tahu-tahu ada barangnya yang rusak. Mungkin itulah sedikit saran, kalau barangnya terbaik tentu pemasangannya juga yang terbaik. Sehingga tidak ada yang dirugikan. Kita berharap, operasional yang tidak lama lagi, dapat membantu masyarakat Kota Sawahlunto dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” imbuhnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Sawahlunto, H Lazwardi mengatakan harapannya dalam pekerjaan ini sesuai dengan target. Dengan adanya bantuan NUWSP ini dari kementerian dengan kecepatan 55 liter per detik, dapat meningkatkan perekonomian Kota Sawahlunto. Artinya tidak ada kemacetan (PDAM-red) nantinya setelah difungsikan.

“Bagaimana nantinya air PDAM yang biasanya hidup 2 kali seminggu menjadi 4 kali dalam seminggu. Ini yang kita harapkan kepada Dirut PDAM Sawahlunto. Jangan sampai bantuan ini tidak bermanfaat kedepannya. Dan harapannya nanti, air yang disalurkan bersih, minimal seperti air mineral siap minum. Begitu juga dengan pengerjaan di Lunto dan Batu Tajam,” ujarnya berharap.

Selanjutnya, H.Lazwardi menyampaikan kepada pengawas kegiatan agar sesegera mungkin untuk melakukan pengecoran terhadap bekas galian pipa sesuai spek yang telah ditentukan. Karena PDAM merupakan mitra kerja, tentu pihaknya berkewajiban untuk mengawasi kegiatan-kegiatan yang ada.

“Tentu kami juga ingin tahu, sejauh mana kesiapan dari pekerjaan yang dilakukan. Dalam tahap finishing ini, tentu sesuai dengan harapan. Tugas kami hanya sekedar mengingatkan dan mudah-mudahan selesai tepat waktu,” harapnya kemudian.

Direktur PDAM Sawahlunto Arifman, ST, M.I.L menjelaskan bentuk komitmennya untuk menjamin dalam menjaga kualitas sesuai yang diinginkan. “Kita bekerja sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam segi pekerja juga ada dari masyarakat Sawahlunto, sehingga dapat meningkatkan perekonomian,” tutur Arifman yang juga dihadiri Kabid Cipta Karya PUPR Kota Sawahlunto Wawan Setiawan.

Pelaksana kegiatan, Sobar, menyampaikan bahwa pekerjaan ini selesai akhir November 2022 dan pada saat ini sudah mencapai bobot 87 persen serta pekerjaannya telah sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan telah sesuai spek di Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan pengawasan yang sangat ketat.** Leo/Rhian

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*