Padang, Editor.- Pelatihan guru TPA/MDA merupakan sarana untuk meneguhkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT dengan menguatkan ukhuwah islamiah dan dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu tenaga pengajar, serta mewujudkan SDM yang profesional dalam melaksanakan tugas kependidikan TPA/ MDA di Kabupaten Solok.
“Untuk menjadi seorang pengajar atau guru TPA/ MDA yang baik harus bisa memahami sifat santri, sebagai seorang pengajar harus bisa melihat apa yang membuat santri bingung dan apa yang membuat dia banyak bermain, maka dari situlah seorang pengajar harus menciptakan suasana kondusif bagi para santri,” kata Bupati Solok, Gusmal, SE. MM dalam sambutannya saat membuka secara resmi Pelatihan Guru TPA/ MDA Se- Kabupaten Solok, bertempat di Fave Hotel, Padang, Jumat/ (26/10).
Lebih lanjut dikatakan bupati, tujuan TPA itu harus jelas, ada subjek ( guru), objek ( santri ) muatan atau materi yang baku, sarana dan prasarana yang memadai, dana, struktur organisasi yang jelas dan adanya evaluasi bagi pengajar terhadap santrinya.
“Mari kita bersama-sama membentuk karakter anak-anak kita menjadi jati dirinya, jangan seganuntuk menegur anak kita berperilaku yang menyimpang seperti LGBT dan Narkoba yang mulai marak di daerah kita. Saya berharap mari kita sukseskan program pemerintah daerah,yaitu magrib Al Qur’an dan Subuh berjamaah,” kata Gusmal.
Sebelumnya ketua pelaksana kegiatan, Asep Ajidin, S.PDI. MA melaporkan, tujuan kegiatan ini, dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang profesional dalam melaksanakan tugas kependidikan TPA/ MDA di kabupaten Solok. Jumlah peserta 40 orang terdiri dari Guru TPA/ MDA di Kabupaten Solok dan kegiatan ini dilaksanakan tiga hari tanggal 25 sampai 27 Oktober 2008. ** Rhian/Kobar/Hms
Leave a Reply