Pasaman, Editor.- Musrenbang memiliki makna dan arti penting, yang dilakukan berjenjang mulai dari usulan jorong, nagari, kecamatan hingga kabupaten. Terakhir, muaranya mengerucut pada penyukseskan visi misi yang dipatron Bupati Pasaman, serta mendukung terlaksananya 10 program prioritas.
Hal itu diungkapkan Bupati Pasaman H. Benny Utama dalam sambutannya saat membuka Musrembang Kecamatan Tigo Nagari, Jum’at (11/2/2022).
Disebutkan bupati, visi Pasaman 5 tahun kedepan adalah “Terwujudnya Pasaman Yang Lebih Baik dan Bermartabat” serta berorientasi pada 10 program prioritas yang sudah ditetapkan Bupati dan disetujuii DPRD Pasaman.
Sepuluh program di masa pemerintahan Benny Utama – Sabar AS, meliputi Pasaman Berimtaq, Pasaman Berbudaya, Pasaman Cerdas, Pasaman Sehat, Pasaman Terakses, Pasaman Tanggap Bencana, Pasaman Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan, Pasaman yang memajukan ekonomi kerakyatan, Pasaman Tujuan Wisata, serta Pasaman Berkinerja Baik dan Bersih.
“Keseluruhan program akan bermuara pada kesejahteraan, serta harus mampu menjawab persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah harus komit tentang ini, dan rakyat tidak boleh lama menanggung susah,” jelas Bupati Benny Utama.
Sepetti halnya program jaminan asuransi kesehatan secara Universal Health Coverage (UHC)) bagi 100 persen warga Pasaman mulai tahun 2022, Pemkab Pasaman telah mengalokasikan anggaran Rp.56 milyar dalam APBD-nya tahun ini. Untuk pendekatan pelayanan, Pemkab Pasaman mulai tahun ini pula mulai membangun 72 polindes di 72 kejorongan yang belum memiliki polindes.
“Saya targetkan, dari 225 jorong di Pasaman, keseluruhannya harus berdiri satu polindes. Data terakhir, baru 105 jorong yang memiliki polindes, atau 120 kejorongan lagi yang belum. Tahun ini kita mulai membangun 72 polindes, dan hingga akhir jabatan saya yang singkat ini, ke 225 jorongnya sudah memiliki polindes,” tekad Bupati Benny.
Begitu juga anggaran untuk pendidikan gratis bagi pelajar Pasaman di seluruh tingkatan, baik negeti maupun swasta, termasuk sekolah di lingkup kementerian agama, dan subsidi bagi mahasiswa berprestasi kurang mampu serta program peningkatan mutu guru senilai hampir Rp.15 milyar, pun teralokasi di mata anggaran APBD Pasaman tahun 2022.
Ikut dijelaskan tentang Pasaman Terakses, dengan program pembangunan jalan antar nagari dan antar jorong, serta target ingin merubah stigma Pasaman sebagai Daerah Pinggir menjadi posisi tengah, dengan membuka akses ke sejumlah daerah tetangga, seperti jalan pintas ke Pasaman Barat via Tonang Talu, jalan pintas ke Suliki Kab. 50 Kota via Bonjol, jalan tembus ke Rokan Hulu Riau via Mapattunggul, termasuk yang hampir rampung jalan tembus ke Kabupaten Padang Lawas via Rao Utara.
Program Pasaman Tujuan Wisata juga sempat diulas tuntas Bupati Benny Utama saat musrenbang di Kecamatan Bonjol, kemaren. Juga pemberdayaan fungsi Ninik Mamak melalui Forum Grup Discussion (FGD) yang akan digelar bertahap bagi seluruh ninikmamak pemangku adat di Pasaman.
“Jika tidak ada halangan mendesak, Saya akan hadiri lansung seluruh musrenbang di 12 kecamatan, karena ingin mendengar dan memgetahui langsung persoalan yang ada di masyarakat,” ujar bupati.
Kehadiran Bupati Pasaman di ajang musrenbang kecamatan, didampingi seluruh kepala dinas teknisnya, mulai dari Asisten, PU, Pertanian, Pendidikan, kesehatan serta lainnya, hingga Dinas Kominfo.
Kedatangan Bupati beserta rombongan disambut dengan antuas dengan Tari Galombang yang diperagakan oleh murid sekolah dasar setempat.
Kegiatan musrenbang ini berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri oleh Wali Nagari, Bamus, Kepala Jorong,Perangkat Nagari,Ninik Mamak,Bundo Kanduang dan Tokoh Masyarakat se Kec Tigo Nagari.** Saiful Amri/Rel
Leave a Reply