BPBD dan Dukcapil Padang Pariaman Berkolaborasi Ciptakan Peta GIS Rawan Bencana Berbasis NIK

Wabup Rahmang.
Wabup Rahmang.

Parit Malintang, Editor. Pejabat kreatif dan visioner di jajaran Pemkab Padang Pariaman tak henti-hentinya melakukan inovasi. Kali ini, demi menunjang pelaksanaan penanggulangan bencana di Padang Pariaman, Badan Penanggulangan

Bencana Daerah (BPBD) berkolaborasi (bekerjasama, red) dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dalam menciptakan sebuah inovasi baru yang diberi nama “Peta GIS Rawan Bencana berbasis NIK”.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Budi Mulya, S.T, M.Eng bersama Direktur Kesiapsiagaan Kedeputian Pencegahan BNPB (pusat, Red) Dra Eni Supartini, M.M di depan Wakil Bupati Padang Pariaman Drs. Rahmang, M.M beberapa hari lalu di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman.

Budi Mulya mengatakan maksud dari inovasi itu untuk akurasi data penduduk yang terkena bencana yang merupakan hasil

pengintegrasian data penduduk dengan pencatuman NIK dan No KK Sebagai Singel Indentity Number juga mempermudah mendapatkan Informasi Data Spatial Sebaran Penduduk yang terkena bencana yang berkoordinat Geografis.

“Tujuannya menyediakan data penduduk secara akurat berdasarkan data spatial di daerah yang terkena bencana.

Mengetahui secara akurat jumlah dan sebaran data penduduk di daerah peta bahaya bencana dan peta resiko bencana.

Untuk Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Gempa Bumi dan Tsunami Kabupaten Padang Pariaman,BPBD telah melakukan pengecekan dan penyempurnaan data termasuk jalur evakuasi, Lokasi TES dan TEA, dan sumber daya yang

dimiliki  OPD yang ada di Padang Pariaman. Untuk survey jalur evakuasi, BPBD Padang Pariaman telah melakukan survey dan terjun langsung kelapangan untuk pengecekan kondisi jalur dan fiksasi lokasi TES dan TEA dengan tiap nagari di sepanjang pesisir pantai. Aplikasi ini memberikan kemudahan untuk pendataan saat darurat dan pasca bencana dan pemanfaatan data kebencanaan ini pertama kali di Sumatera Barat,” tutur Budi Mulya.

Wakil Bupati bersama Direktur kesiapsiagaan BNPB memberikan apresiasi terhadap inovasi yang telah dibuat kolabarasi antara BPBD dan Disdukcapil Kabupaten Padang Pariaman.

“Inovasi ini sangat penting dalam menunjang pelaksanaan penanggulangan bencana, dan kedepannya terus dikembangkan” ujar Wabup Rahmang.

Eni Supartini menyampaikan bahwa “inovasi peta rawan bencana yg memanfaatkan data kependudukan baru pertama kali ini dibuat inovasi nya, dan nantinya inovasi ini agar bisa dikolaborasikan dengan aplikasi yg ada di BNPB sehingga nanti bisa nanti menjadi percontohan bagi daerah lain. ** Rafendi/Hms

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*