Kota Solok, Editor.-Mayoritas UMKM dan UKM di Indonesia terkena dampak yang cukup signifikan selama Pandemi Covid-19. Sementara itu menurut walikota Solok, UMKM sejatinya adalah ujung tombak untuk mendukung perekomian.
Untuk memenangkan persaingan pasca Pandemi itu, pelaku UMKM perlu berinovasi dalam memproduksi barang dan jasa dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Pelaku usaha juga harus mengembangkan berbagai gagasan baru di bidang kewirausahaan sosial untuk turut berkontribusi dalam memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi masyarakat akibat dampak Pandemi tersebut.
UKM di Kota Solok masih bisa bertahan pada tatanan ekonomi dasar, namun masih perlu dilakukan pembenahan dalam mewujudkan UKM yang “naik kelas” kuat dan mandiri serta menjadi wadah utama dalam pembinaan masyarakat golongan ekonomi lemah.
Mengeliatkan UKM untuk memapankan keterampilan dalam pengelolaan usaha sehingga memberikan nilai positif bagi perekonomian, dapat dilakukan melalui pelatihan pelatihan yang terprogram, dan atas nama pemerintah kota Solok saya mengapresiasi kegiatan ini.
Paparan itu disampaikan H. Zul Elfian Umar, saat membuka pelatihan pengembangan usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) se-Kota Solok, Senin, 7 November 2022, di Hotel Taufina Kota Solok.
Pelatihan tersebut dikemas oleh dinas Koperindag dan UKM kota Solok, dan dikuti oleh 35 orang pelaku usaha, sementara itu bertindak sebagai Nara Sumber Kepala PT.PNM Cabang Padang, Yunia Vitria Yohannes.
Pembukaan itu ditandai dengan pemasangan kokarde oleh Wali Kota kepada perwakilan peserta. Turut hadir, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Solok, Zulferi, serta beberapa kepala Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang ada dilingkup pemerintah tersebut.**Gia
Leave a Reply