Lubuk Basung, Editor.- Semarak Hari Raya Idul Adha begitu terasa di Silayang, sebuah kampung yang terletak di kaki gugus bukit barisan, di Jorong Anam Parit Panjang. Kanagarian Lubuk Basung, Kec Lubuk Basung Kab Agam, dimulai dengan gema kalimat takbir tahmid dan tahlil menyambut pagi Idul adha, atau masyarakat sekitar menyebutnya Hari Rayo Haji.
Dilanjutkan dengan shalat Idul Adha berjamaah ditutup dengan khutbah yang disAmpaikan oleh khatib nagari, Buswardi. Setelah selesai Shalat masyarakat bersama ke lapangan untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang tahun ini sebanyak 7 ekor sapi dan 4 ekor kambing
Untuk pemotongan hewan qurban ini masyarakat Silayang masih mempertahankan tradisi orang tua. Dimana sebelum hewan hewan ini disembelih terlebih dahulu hewan tersebut didandani, diberi makan nasi kuning (nasi lamak). Dipakaikan kain yang diikat melingkar di perut hewan qurban tersebut, diberi bedak dan parfum disisir rambutnya, semua peralatan dan kelengkapan tersebut disiapkan oleh tiap tiap orang atau kelompok yang melakukan qurban.

Makna yang tersirat dari pelaksanaan tersebut, menurut salah seorang tokoh masyarakat, mengingatkan kita akan awal terjadinya peristiwa qurban.antara nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, kedua qurban juga mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. Dengan berbagi daging kurban. Sekaligus mempertahankan tradisi dan budaya yang ada di tengah tengah masyarakat.
Selesai pemotongan bagi yang berkurban disarankan melakukan shalat sunat dua rakaat. Tanda syukur pada Allah SWT yang telah memberikan rezeki sepanjang tahun.
Tarmizi Warga Jorong Anam Parit Panjang mengatakan, tradisi lama masih bertahan di Silayang. ini rutin dilaksanakan dari tahun ke tahun dan jumlah hewan qurban selalu bertambah.
“Semoga tradisi ini akan bertahan sampai anak cucu,” .katanya. ** Yanto
Leave a Reply