Wako AJB Desain Kota Sungai Penuh Sebagai Kota Dagang dan Jasa

Sesudut kota Sungai Penuh dan Wako AJB.
Sesudut kota Sungai Penuh dan Wako AJB.

Sungai Penuh, Editor.- Aula hotel Arafah Kota Sungai Penuh bergemuruh ketika Walikota Asafri Jaya Bakri datang. Mereka yang tengah duduk langsung berdiri sembari bertepuk tangan. Sejumlah orang tampak menggamit tangan pria yang akrab disapa AJB itu.

Pagi itu, Rabu 24 Juli 2019, orang nomor satu di Kota Sungai Penuh ini didapuk menjadi pembicara pelatihan kewirausahaan CEFE (Creation of Enterprise Formation Entrepreneur) serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam program Gugus Kendali Mutu (GKM) yang digagas Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Sungai Penuh.AJB bicara banyak hal. Utamanya menyangkut wirausaha.

“Dibutuhkan minimal 2,5 persen jumlah wirausawahan dari total penduduk. Supaya sebuah bangsa bisa dikatakan maju,”ujar AJB yang berbicara tanpa teks.

Ia lantas memaparkan secara rinci dan detail betapa penting keberadaan wirausawahan bagi kemajuan Kota Sungai Penuh.

Sebagai kota hasil pemekaran dari Kabupaten Kerinci, lebih separuh wilayahnya tak bisa dijamah. Tak ada sumber daya alam yang bisa diandalkan. Masalah lain pun bermunculan. Aset-aset negara,  seperti perkantoran, rumah sakit yang semestinya menjadi milik Kota Sungai Penuh, hingga kini belum terealisasi 100 persen.

Sebagai pemimpin, mantan rektor UIN STS Jambi dua periode ini tak pernah putus asa. Siang dan malam ia bekerja keras, memikirkan dan merancang program-program unggulan. Supaya daerah ini maju. Supaya warganya sejahtera. Kendati terhimpit berbagai problem dan dijepit belantara hutan taman nasional itu.

“Tak ada cara lain, kita harus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia,” katanya.

Karena itu, sejak memimpin kota sungai penuh pada tahun 2010 silam, AJB konsen mengerek ekonomi rakyat dengan menggenjot kapasitas sumber daya manusia. Berbagai training digulirkan. Training untuk kalangan industri kecil dan menengah ini salah satunya.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa, pilihan sebagai wirausaha sangat tepat,”katanya.

Menurutnya, peran wirausahawan di Kota Sungai Penuh sangat penting dan strategis. Keberadaannya menjadi tulang punggung maju mundurnya kota. Ditangan merekalah, ekonomi daerah menggeliat.Makanya, sejak dulu, AJB gencar mengembangkan potensi wirausaha agar terus tumbuh dan berkembang.

AJB mengatakan, bahwa entrepreneurship atau kewirausahaan bukanlah faktor keturunan. Ia bisa bisa dilatih dan bisa dilakukan semua orang. Dia memberi contoh, tak pernah mendorong anak-anaknya menjadi pegawai. Sejak kecil, ia mendorong putra-putrinya menjadi usahawan.

 “Semua harus terlibat, jangan hanya jadi penonton. Kita harus berpikir sesuai dengan potensi yang dimiliki. Agar Jambi Berkeadilan,” pesannya. ** KM/Hms

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*