Taman Bumi Sawahlunto Dijadikan Sebagai Kampus Lapangan Geologi Terintegrasi

Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Zohirin Sayuti saat menerima UTPM, UIR, dan UNPAD
Wakil Wali Kota Sawahlunto, H. Zohirin Sayuti saat menerima UTPM, UIR, dan UNPAD

Sawahlunto, Editor.- Geopark adalah merupakan singkatan dari ‘Geologocal Park’ atau dengan ‘Taman Bumi’ mencakup Keragaman Geologi (Geodiversity), Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas), hingga Keragaman Budaya (Cultural Diversity).

Taman Bumi (Geopark) di Indonesia memiliki keunikan Geologis, Biologis, dan Budaya untuk itu melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2021 Tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional.

Berdasarkan Permenesdm tersebut dibentuk Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) adalah wadah koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemangku Kepentingan dalam rangka penetapan kebijakan dan pengembangan Geopark.

Beranjak dari Kawasan Taman Bumi di Kota Sawahlunto dijadikan sebagai Kampus Lapangan Geologi yang Terintegrasi oleh Universitas Teknologi Petronas Malaysia, Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Padjajaran (Unpad).

Pengurus Badan Pengelola Geopark Nasional Sawahlunto Robert Petra Ramadhona, pada Sabtu (08/07/2023) mengatakan kegiatan Kampus Lapangan Geologi Terintegrasi itu telah dimulai dengan Kuliah Lapangan Mahasiswa dari ketiga Universitas tersebut selama 13 hari di Sawahlunto yakni sejak Minggu (02/07) sampai Sabtu (15/07).

“Ada sejumlah 77 orang mahasiswa ditambah 10 Dosen pembimbing dari Universitas Teknologi Petronas Malaysia, Universitas Islam Riau dan Universitas Padjajaran Bandung yang sedang Kuliah Lapangan mempelajari Aspek Geologi pada Geopark Sawahlunto. Kemudian mahasiswa tersebut juga membantu membangun Edukasi tentang Geopark kepada masyarakat sekitar, serta menjalankan prinsip Konservasi Lingkungan melalui Penelitian serta Pemetaan,” ujar Robert.

Ditambahkan oleh Wakil Wali Kota Sawahlunto H. Zohirin Sayuti mengatakan dipercayanya Sawahlunto menjadi Kampus Lapangan Geologi Terintegrasi tersebut berarti membuka Potensi Kawasan Wisata Sawahlunto dapat menjadi Destinasi Pariwisata Edukatif yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Dampaknya nanti secara langsung maupun tidak langsung akan menghadirkan kunjungan Wisata, Hospitality, sampai Pemberdayaan UMKM,” kata H. Zohirin.

Ditambahkan Wakil Wali Kota H. Zohirin, nantinya hal itu juga bisa membuka Potensi Kota Sawahlunto menjadi Lokomotif Pariwisata Edukatif Berbasis Kegeologian dan Sejarah di Sumatera Barat. **Leo

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*