Ratusan Ton Ikan Petani  Keramba di Maninjau Kembali  Mati Massal

Ikan yang mati di Danau Maninjau.
Ikan yang mati di Danau Maninjau.

Tanjung Raya, Editor.- Baru berselang 3 bulan,  ikan Keramba Jaring Apung (KJA)  di Kawasan Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatera Barat, kembali mati massal.

Kondisi yang sama terjadi sekitar November 2021 lalu, kini terulang lagi.  Jarak bulan musibah datang sangat berdekatan, yakni lebih kurang sekitar 3 bulan.

Menurut Wali Nagari Koto Malintang Nazaruddin Dt. Tuo ketika dihuhungi awak media  mengakui, telah terjadi kembali musibah mati massal ikan budi daya KJA pada beberapa titik di Kawasan Danau Maninjau, termasuk KJA milik masyarakat di Nagari Koto Malintang.

“Iya, benar, ikan budi daya KJA di kawasan Danau Maninjau mati massal lagi,” terang Wali Nagari Koto Malintang Nazaruddin Dt. Tuo dibalik gagang teleponnya.

Menurut Wali Nagari Koto Malintang, Naziruddin Dt. Tuo, peristiwa ini sudah hukum alam, cuaca yang tidak bersahabat.

Dari data yang diperoleh ada sekitar 170 ton ikan mati massal dekade ini, dengan kerugian yang dialami petani KJA sekitar Rp3 miliar lebih.

Daerah yang terpapar adalah Nagari Duo Koto, Nagari Koto Malintang. Di Nagari Duo Koto 10 ton, di Nagari Koto Malintang 30 ton. KJA Nagari Koto Malintang, titik musibah di Rambai, ikan yang mati sekitar 50 ton terhadap 76 petak KJA dimiliki 30 KK. Di Nagari Duo, titik musibah di Linggai, ikan yang mati sekitar 80 ton dipelihara pada 100 petak KJA dengan jumlah pembudidaya 15 KK.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Agam Rosva Deswira, S.Pi, M.Si yang dihubungi Selasa (15/2/), mengatakan, Untuk mengatasi musibah ini tiada jalan lain selain hanya, pembudidaya ikan KJA, kembali saja kepada petunjuk teknis. Diantaranya, jaga kepadatan penebaran bibit perluas petak, jauhkan KJA ketengah danau, dan ketahui musim.

“Pengalaman kan sudah banyak, sudah semenjak lama musibah datang, pelajari musibah yang datang itu, pada bulan-bulan apa saja cuaca yang tidak menguntungkan, kosongkan KJA pada bulan-bulan tersebut,” jelas Rosva Deswira..** Yus

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*