Sawahlunto, Editor-Swabakar atau Spontaneous Combustion adalah salah satu fenomena yang terjadi pada batubara pada waktu batubara tersebut disimpan atau stockpile dalam jangka waktu tertentu.
Swabakar adalah proses terbakar dengan sendirinya batubara akibat reaksi oksidasi eksotermis yang terus menyebabkan kenaikan temperatur.
Terjadinya Swabakar dilokasi Tambang Batubara daerah Perambahan milik PT. Dasrat Sarana Arang Sejati Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Selasa 26 Juli 2022, mengakibatkan kerugian materi puluhan juta dan menyebabkan penambang tidak bisa menambang untuk beberapa tahun kedepan.
Menurut Pemilik PT. Dasrat Sarana Arang Sejati (DSAS), Evison menyampaikan peristiwa tersebut disebut Swabakar, terjadi pada saat penyimpanan atau storage dalam jangka waktu tertentu.
“Kondisi Swabakar ini bisa terjadi pada setiap tambang batubara akibat dari kalori yang dikandung dari batubara tinggi. Apalagi di kota Sawahlunto yang memang kondisi Batubara masuk kategori bagus,” ujarnya
Lebih lanjut Evison mengatakan Swabakar yang terjadi pada saat kondisi karyawan tidak bekerja atau sedang libur, sebab pada hari itu Hari Pasar Talawi. Kondisi lokasi penambangan lagi kosong karena karyawan lagi libur. Dan tidak ada korban jiwa. Kami mengalami kerugian dari materi puluhan juta, Selain kerugian materi untuk sementara waktu lobang tambang tersebut tidak bisa digunakan.
“Swabakar terjadi dalam lubang kedalaman 140 meter, persisnya kejadian terjadi pukul 16.00 wib dan langsung ditangani ditutup menggunakan ekskavator selesai pukul 17.30 wib, agar kondisi Swabakar tidak melebar ke lokasi yang lain,” sambung KTT Atra.
Setelah Editor menelusuri ke lapangan di pagi harinya, ternyata kondisi dari lokasi masih terlihat Asap Swabakar dan Tercium Bau menyengat. Dari salah seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, bahwa untuk sekarang sampai beberapa waktu lokasi lubang penambangan sepertinya tidak bisa digunakan. Namun lokasi lubang tambang yang lain didaerah itu bisa digunakan.**Leo
Leave a Reply