Pasbar, Editor.- Proyek Jalan ruas Panti menuju Simpang Empat yang menghubungkan Kabupaten Pasaman dengan Kabupaten Pasaman Pasaman Barat patut dipersoalkan.
Jalan merupakan prasarana urat nadi dalam mendukung laju aktifitas perekonomian. Kondisi jalan yang baik akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil penelusuran pada ruas jalan Panti – Simpang Empat masih terdapat kerusakan seperti lubang menganga di badan jalan hingga aspal yang terkelupas.
Dilansir pada laman LPSE Provinsi Sumbar terdapat dua item paket proyek untuk menangani ruas jalan Panti – Simpang Empat yakni Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi Ruas Panti – Simpang Empat (P 031) dengan pagu anggaran Rp.4.978.065.450,00 dengan Pemenang PT.Hariyona, sedangkan paket lainya Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi Ruas Panti – Simpang Empat (P 031) DAK dengan pemenang PT.Artha Bumi Andalas.
Penelusuran media ini pada pekerjaan yang terdapat di Rimbo Panti sudah terlihat adanya progres pekerjaan pemeliharaan jalan Provinsi tersebut, di lokasi tersebut juga ditemukan Pasangan Batu penahan bahu jalan terlihat tidak menggunakan Koporan.
PPTK Ruas Jalan Panti – Simpang Empat saat dikonfirmasi Tommy pekerjaan pada ruas Rimbo Panti paket DAK pekerjaan dilapangan Leveling dengan AC- BC selanjutnya overlay AC – WC sementara saat dikonfirmasi terkait pasangan batu semestinya harus menggunakan koporan, Paket ruas P 031 yang DAK dilaksanakan oleh PT. PT.Artha Bumi Andalas.
Sementara itu, Tidak jauh beda sementara Paket ruas Panti – Simpang Empat P 031 APBD Sumbar dengan rekanan pelaksana PT.Hariyona hingga memasuki minggu ke 3 progres pelaksanaan dilapangan baru menjcapai 3 % , baru sebagian pelaksanaan pasangan batu, sementara itu pihaknya sudah melayangkan surat teguran pertama kepada pihak kontraktor.
Salah satu anggota DPRD Sumbar Khairuddin Simanjuntak menyayangkan sikap rekanan yang lalai dan lamban dalam pelaksanaan pekjerjaan pada ruas Jalan Panti – Simpang Empat ini urat nadi perekonomian bagi kedua daerah tersebut, kalau memang tidak berkompeten putus saja kontraknya cari perusahaan yang betul – betul ingin bekerja jangan masyarakat saya di rugikan.
Sedangkan, Ketua LSM DPD TOPAN RI Arwin Lubis mengatakan, kecelakaan yang terjadi di jalan raya disamping disebabkan oleh faktor pengemudi juga dipengaruhi oleh kondisi jalan yang ada. Salah satu tahapan dalam memperbaiki kondisi permukaan jalan adalah dengan melakukan penilaian terhadap kondisi eksisting jalan.
Salah satu ruas jalan yang sangat penting bagi Kabupaten Pasaman Barat adalah ruas Jalan Panti – Simpang Empat. Ruas ini menghubungkan Kabupaten Pasaman Barat dengan Kabupaten Pasaman yang sebagian besar penduduknya bekerja dibidang jasa, sehingga penting sekali mempertahankan kinerja ruas jalan Panti – Simpang Empat.
jenis kerusakan perkerasan, menentukan jenis penanganan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ruas jalan tersebut, dan mengidentifikasi semua potensi permasalahan keselamatan jalan bagi pengguna jalan Panti – Simpang Empat.
Diketahui bahwa jenis kerusakan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat didominasi oleh Retak Tepi sebesar 35.7%, Tambalan sebesar 15.5%, Alur sebesar 10.9%, Retak memanjang/Melintang sebesar 5.7%, dan Retak Kulit Buaya sebesar 5.4%.
Jenis Penanganan yang diperlukan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat ditinjau dari evaluasi kerusakan jalan adalah Pemeliharaan Berkala (Preventive Maintenance). Hasil Audit Keselamatan Jalan Ruas Panti – Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan bahwa ruas jalan ini sangat berpotensi mengakibatkan konflik lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas seperti tidak tersedianya pemberhentian bus/kendaraan, rambu dan marka jalan yang tidak lengkap, dan lampu penerangan pada malam hari yang tidak memadai.
“Untuk itu kami meminta kepada dinas terkait dan rekanan bekerja secara profesional jika nanti ditemukan hal – hal yang janggal akan kita kawal serta laporkan kepada pihak berwajib,” kata Arwin Lubis. ** Buyung
Leave a Reply