Presiden RI Resmikan Patung Karya Yusman di Simalungun

Patung perunggu karya Yusman.
Patung perunggu karya Yusman.

Simalungun, Editor.- Setelah delapan bulan menunggu, akhirnya monumen berobyekan lelaki dan wanita berpakaian adat Simalungun karya pematung “urang awak”  Yusman (58 th) di Simalungun pinggir Danau Toba, Sumatera utara, akhirnya diresmikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Sumatera Utara, Selasa 2/2/22 lalu.

Patung sepasang manusia berpakaian adat Simalungun setinggi 5 meter dengan pustek 10 meter berbahan perunggu yang terletak di daerah strategis Simalungun, Sumatera Utara tersebut merupakan cerminan budaya dalam busana yang dibuat didasari nilai artistik dan estetik tinggi baik darim karater obyek manusia yang mengenakan busana maupun bentuk busana yang dikenakan.

Hal itu disampaikan pematung nasional “urang awak” Yusman di kediamannya, studio patung Yusman di Tegal Senggotan RT 02/RW 11 No. 53 Tirtonirmolo Kasihan Bantul Yogyakarta, Minggu 6/02/22.

Menurut Yusman pria kelahiran Sukamenanti, Pasaman, Sumbar, 12 November 1964,   monumen sepasang manusia berpakaian adat Simalungun tersesebut telah siap dikerjakannya sejak pertengahan tahun lalu. Namun karena persoalan teknis di lapangan baru diresmikan awal februari 2022 oleh Presiden RI, Joko Widodo dalam rangkaian kunjungan kerja orang nomor satu itu ke Sumatera Utara.

Pendirian monumen dengan pertimbangan adat dan budaya Simalungun tersebut dinilai memiliki keunikan tersendiri, terutama dengan gaya realis dan lebih fokus menonjolkan persoalan budaya  dengan dua sosok manusia yang mengenakan pakaian daerah dalam bentuk monumen, yang dapat dilihat setiap ruang dan waktu, ujar Yusman lagi.

Memang secara prinsip karya monumental dalam bentuk patung secara refresentatif lebih komunikatif untuk dinikmati publik untuk memahami karakter budaya pakaian adat sebagai pakaian kebesaran budaya daerah yang sekaligus dapat menjadi icon daerah, jelasnya/

Dalam catatan sederatan karya-karya Yusman saat itu dapat dilihat dalam konteks fungsi, berupa fungsi ganda, yakni sebagai media ungkap yang bersifat personal untuk kepuasan subyektif disatu sisi dan bersifat artistik yang melayani kepentingan publik sama seperti monumen sepasang manusia berpakaian adat Simalungun Sumatera Utara yang keduanya saling tarik menarik dan memiliki ruang tawar dan sama kuatnya dengan konsewensi yang berbeda, keduanya dapat dicapai dalam waktu bersamaan, ujar Yusman mengakhiri. **  Muharyadi

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*