Kota Solok, Editor.- Bahasa adalah salah satu tanda atau ciri ciri yang membudaya dalam setiap daerah yang ada, yang wajib untuk dipertahankan dan diwariskan secara turun temurun. Namun budaya yang dimiliki itu, akan terkikis oleh perkembangan zaman apabila tidak dilestarikan.
Seperti di Minangkabau, untuk kakak laki laki dipanggil dengan sebutan Uda, dan untuk kakak perempuan disebut dengan panggilan Uni, namun dikarenakan oleh perkembangan zaman yang terjadi, kebiasaan itu berubah, dan panggilan untuk Uda diganti dengan sebutan Abang atau Kakak.
Secara tersirat perubahan panggilan itu tidak merubah arti yang sebenarnya, namun akan menjadi suatu kegagalan apabila adab dan kebudayaan yang diwariskan oleh para leluhur itu tidak dapat dilanjutkan dan dipertahankan.
Berdasarkan dari pada itu, melalui Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, perintah kota Solok, melounching Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau, serta Program Transformasi Digital Pendidikan, yang nantinya akan menjadi salah satu kurikulum pendidikan di setiap sekolah yang ada di Kota Solok.
Lounching Muatan Lokal bahasa dan sastra Minang Kabau itu, ditandai dengan pemukulan Gandang Tambua secara bersama yang dilakukan serentak oleh walikota Solok, H. Zul Elfian Umar, wakil walikota Solok, Dr.H. Ramadhani Kirana Putra, Perwakilan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Pimpinan PT.Duta Digital Indonesia Mitra Resmi Google Indonesia, Julio Sanjaya, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Sekretaris LKAAM Sumbar, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat, serta Forkopimda Kota Solok, Kamis, 4 Agustus 2022, di lapangan Merdeka Solok.
Turut hadir pada kegiatan itu, Tim ahli dari Unand dan UNP, Sekretaris Daerah Kota Solok, Syaiful A, Ketua TP PKK Kota Solok, Ny.Zulmiyetti Zul Elfian Umar, Ketua GOW Kota Solok, Ny.Dona Ramadhani Kirana Putra, Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok, Rosavella YD, Seluruh kepala OPD lingkup Pemerintah Kota Solok, Camat, Lurah, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, para guru se-Kota Solok, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, walikota Solok menghimbau semua unsur terkait lainnya, agar serius dalam menjalankan muatan lokal tersebut, dan dengan disinergikan dengan program pendidikan, diharapkan budaya dan sastra Minang Kabau dapat terlestarikan, dan diwariskan secara turun temurun.
Menurut H. Zul Elfian Umar, didalam menghadapi perkembangan zaman yang semaki mengglobal, dibutuhkan banyak inovasi untuk perimbangannya, dan jelas hal itu juga harus disingkronkan dengan perkembangan teknologi yang terjadi yang berbasis digital.
“Ini merupakan sebuah lompatan besar, dan inovasi merupakan kebutuhan dalam menghadapi perkembangan zaman. Kota Solok menjadi daerah kedua di Sumatera Barat yang bekerjasama dengan Geogle Indonesia dalam melakukan Transformasi Digital Pendidikan, dan dari kerjasama itu, diharapkan dapat mempertahankan jati diri dan budaya yang dimiliki,” pungkas walikota Solok.** Gia
Leave a Reply