Bukittinggi, Editor.- Pemko Bukittinggi tidak hanya mengaktifkan Posyandu untuk anak. Balita dan lansia, tetapi juga ada Yandukeswan Kuda bendi.
Yandukeswan ini untuk membantu peternak dan pemilik. Kuda bendi dalam menjaga kesehatan kudanya, karena kuda bendi ini, tidak hanya sekadar moda transportasi di Kota Bukittinggi, melainkan sebagai simbol budaya dan mendukung pariwisata di sekitar Jam Gadang.
Menyadari pentingnya kesehatan aset wisata tersebut, Pemko Bukittinggi melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Bukittinggi secara rutin menyelenggarakan Pelayanan Terpadu Kesehatan Hewan (Yandukeswan) yang dikhususkan bagi kuda bendi yang tergabung dalam persatuan kusir bendi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Bukittinggi, Hendry mengatakan, kegiatan yang dilakukan pada kegiatan Yandukeswan antara lain, Pemeriksaan Kesehatan Rutin oleh tim dokter hewan dan paramedik.
Setiap kegiatan Yandukeswan itu tim dokter dan para medik melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap kuda-kuda bendi, mulai dari pemeriksaan detak jantung, kondisi pernapasan, hingga kesehatan kaki dan kuku, mengingat beban kerja kuda yang cukup tinggi, jelasnya.
Selain itu, juga dilakukan Pemberian Vitamin dan Obat Cacing, agar stamina kuda tetap terjaga dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, setiap kuda diberikan asupan vitamin tambahan dan obat cacing secara berkala. Langkah preventif ini sangat penting untuk memastikan kuda tetap bugar, memiliki nafsu makan yang baik, dan terhindar dari penyakit menular yang dapat menurunkan performa kerja mereka, jelas Hendry.
Dikatakannya, pada kegiatan Yandukeswan kesian itu, juga dilakukan Edukasi bagi Para Kusir, karena Yandukeswan menjadi wadah edukasi bagi para anggota persatuan bendi.Para kusir diberikan pemahaman mengenai prinsip Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan), pola pemberian pakan yang bergizi, serta kebersihan kandang. Edukasi ini bertujuan agar para pemilik tidak hanya mengejar setoran, tetapi juga memperlakukan hewan dengan kasih sayang.
Yandukesean ini juga untuk mendukung Pariwisata Berkelanjutan Kuda yang sehat, bersih, dan tampak terawat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan. Melalui pelayanan kesehatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan bahwa daya tarik wisata bendi tetap terjaga kualitasnya, sekaligus menunjukkan komitmen kota dalam perlindungan hewan di sektor publik, ungkap Hendry.
Melalui program Yandukeswan yang berkelanjutan, persatuan kuda bendi Bukittinggi tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi cerminan kota yang peduli terhadap keseimbangan antara tradisi, pariwisata, dan kesehatan makhluk hidup, pungkasnya. ** widya
Leave a Reply