Bukittinggi, Editor.-Sejak 2022 lalu, Pemerintah Kota Bukittinggi telah mulai menerapkan mata pelajaran muatan lokal diseluruh SD dan SMP di Bukittinggi.
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar mengatakan, ada lima muatan lokal yang diterapkan, yaitu BAM, Aqidah Akhlaq, Fiqih, Bahasa Arab dan Sejarah Islam. Kelima muatan lokal itu diberikan untuk membekali generasi muda Bukittinggi dengan kekuatan iman yang dibalut dengan adat budaya Minangkabau yang sejalan dengan Islam.
“Alhamdulillah, perlahan kita terapkan pada pelajar SD dan SMP Negeri Se-Kota Bukittinggi. Para pelajar kita diberikan tambahan untuk mengisi dada dan pikiran mereka dengan agama, adat dan budaya. Sehingga karakter mereka terbentuk dan menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan, menjadi pemimpin yang kuat dan terlindungi dari efek negatif perkembangan zaman,” ungkap Wako Erman Safar, kepada awak media, Selasa (21/2/2023).
Khusus untuk BAM, jelas Wako, Pemerintah Kota Bukittinggi berkolaborasi dengan Niniak Mamak, Tokoh Adat dan Bundo Kanduang. Tercatat 33 orang dari tokoh adat di Bukittinggi menjadi guru tamu untuk mengajarkan BAM di seluruh SD dan SMP negeri.
“Hasil mulai terlihat, anak anak sekarang sudah mulai mempraktekkan budaya Minang. Kami pemerintah bangga dengan kolaborasi Tokoh Adat dengan Pemerintah. Terima kasih pada Niniak Mamak dan Bundo Kanduang atas kontribusinya mendidik generasi muda Bukittinggi ini,” tegasnya.**Widyawati
Leave a Reply