Padang, Editor.- Pemerintah Daerah Propinsi Sumbar bersama TNI, Polri dan Satpol PP propinsi, serta dua daerah Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, melarang beroperasinya nelayan bagan di Danau Singkarak.
Itu kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri saat dijumpai diruang kerjanya, Jumat (17/1/2020).
Tak ada kata ampun lagi, jika terbukti masih adanya beroperasi nelayan yang mempergunakan alat tangkap bagan, akan ditenggelamkan ala mantan Menteri Susi Pujiastuti. “Kalau tak ada ketegasan seperti itu dari pemerintah daerah dan pemda propinsi nelayan bagan akan tetap membangkang,” jelasnya.
Walaupun penertiban nelayan yang mempergunakan alat tangkap bagan pada tahun lalu tetapi nelayan bagan tidak jera-jera juga. Untuk itu di tahun 2020 ini star bulan Januari ini akan lebih keras lagi penekanan terhadap nelayan bagan. “Sanksinya peralatan tangkap yang mempergunakan bagan langsung ditenggelamkan ditengah Danau Singkarak itu,” ulas Yosmeri.
Efek jera mulai bulan Januari tak tanggung tangggung bersama tim terpadu yang turun ke Danau Singkarak setiap minggunya akan digelar razia dan penertibkan. Walaupun masih bisa dikatakan dengan hitungan jari jumlah nelayan bagan yang terus beroperasi jika tak ada ketegasan dari pemerintah terkait lama kelamaan akan tumbuh lagi bak cendawan.
Dengan demikian nelayan yang sudah divonis sebagai nelayan yang tak ramah lingkungan mempergunakan alat bagan untuk menangkap ikan bilih yang mulai punah. “Sedangkan Danau Singkarak merupakan tempat menggantungkan hidup bagi ribuan nelayan pancing lainnya,” sebut Yosmeri.
Keberpihakan pemerintah daerah propinsi dan pemda kabupaten terkait perlu menyokong kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumbar yang beratensi dengan dua daerah pemda kabupaten Solok dan Tanah Datar.
Hal itu bertujuan agar terlindungi nelayan yang menggantungkan hidup di Danau Singkarak sebagai nelayan pancing selain dari nelayan bagan.
Tak ada aral melintang minggu depan dini hari tim terpadu untuk menertibkan nelayan bagan akan turun untuk lakukan razia. Razia yang dilakukan terus menerus setiap pekan dengan jadwal yang belum ditetapkan ini akan terus digelar.
Dalam hal ini tahun ini 2020 dalam waktu dekat nelayan bagan di Danau Singkarak betul betul bersih atau nol bagan di Danau Singkarak, harap Yosmeri semoga pelaku nelayan bagan yang masih membandel tak terulang lagi.
“Jika berani lagi nelayan bagan beroperasi di Danau Singkarak bersiaplah untuk ditenggelamkan,” ulas Yosmeri mengulangi sikap dan ketegasan pemdaprop Sumbar dan 2 pemdakab Solok dan Tanah Datar berkolaborasi. **Obral Chaniago
Leave a Reply