Bukittinggi, Editor.- Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah memberikan pelatihan kemasan kepada 20 orang pelaku industri rumah tangga kopi Bukik Apik.
Kegiatan pelatihan kemasan kopi Bukik Apik itu, dilaksanakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian dengan anggaran dana pokir anggota DPRD Bukittinggi Erdison Nimli, yang dilaksanakan di aula UPTD Kerajinan Industri Kota Bukittinggi, Rabu (02/08) lalu.
Menurut Erdison Nimli, Anggota DPRD Bukittinggi dari fraksi demokrat itu, mengatakan,pihaknya betsama Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sengaja mendatang serta trainer Vici dari Flexi Pack dan Salapak Bandung,untuk melatih bagaimana kemasan yang baik kepada 20 orang pelaku industri rumah tangga kopi Bukik Apik.
Lebih lanjut Erdison Nimli, yang juga sekretaris komisi II DPRD Bukittinggi menjelaskan, pelatihan kemasan ini dilaksanakan melalui dana pokir tahun 2023 sebesar Rp40 juta, yang diikuti 20 orang pelaku industri rumah tangga kopi Bukik Apik, ujarnya.
Erdison Nimli yang berlatar belakang seorang seniman dan jurnalis itu, mengaku termotivasi untuk memajukan perekonomian masyarakat Bukit Apit yang sudah terkenal dengan marandang kopinya.
“Kita pernah mendengar lagu yang populer yaitu “Rang Bukik Apik Marandang Kopi” berarti kopi Bukik Apik ini memang sudah lama terkenal, dan diketahui serta dirasakan bagaimana cita rasa dan aromanya,” ungkapnya.
Pelaku usaha industri rumah tangga (home industri) kopi Bukik Apik yang sudah turun menurun nampaknya sudah mulai tergerus, karena mungkin updatenya atau kemasannya (packaging) atau juga terkendala masalah promosi.
“Untuk itu, kami terpanggil sebagai wakil rakyat untuk membina UMKM ataupun industri rumah tangga kopi yang masih ada bergulir di Bukik Apik. Kami membantu mencarikan solusi bagaimana packaging, pemasaran, cara menjual dan mungkin ada masanya nanti kopi Bukik Apik bisa dinikmati umum masyarakat yang minum di gerai-gerai,” jelasnya.
Packaging suatu produk usaha, lanjutnya, jika dikemas dengan baik, tentu akan mempengaruhi nilai jual. Sehingga tidak tertutup kemungkinan, kopi Bukik Apik ini nantinya dijadikan standar nasional, sehingga dapat menjual lebih membooming di luar Provinsi Sumatera Barat maupun di mancanegara, tambahnya. ** Widya
Leave a Reply