Kerinci, Editor.- Pelaksanaan pengerjaan mega proyek aspal hotmix perbaikan permukaan runwey, taxiwey dan apron dengan aspal hotmix, termasuk marking bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, yang dilaksanakan oleh PT. Azka Pembangunan Merangin, dengan dukungan transaksi Rp 15.7 Miliar, menggunakan sumber dana APBN Kementrian Perhubungan Udara Tahun Anggaran 2019, pelaksanaannya sungguh sangat luar biasa.
Betapa tidak, PT. Azka Pembangunan Merangin yang memiliki AMP (Asphalt Mixer Plant) di Bandara Depati Parbo Kerinci menghampar aspal hotmix di pengerjaan Peerbaikan Pramuka Runwey, taciwey dan apron dengan aspal hotmix pada malam hari saat hujan, sekira pukul 00:32 Wib, (9/10).
Pantauan media di lapangan, sungguh luar biasa. Meskipun hujan turun, alat-alat berat seperti Tendem Roller, Asphalt Finiser, dan Double Drum Roller yang kelihatan itu, dan bergerak dengan operator-operatornya terus bekerja berjibaku dengan menghabiskan menghampar aspal hotmix pengerjaan Peerbaikan Pramuka Runwey, taciwey dan apron dengan aspal hotmix pada malam hari saat hujan.

Dengan peristiwa pekerjaan di Bandara Depati Parbo Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi ini membuat Ketum LSM Geransi Kabupaten Kerinci Arya Candmra ikut berkomentar. Pengerjaan dalam kedaan hujan tentu hasilnya tidak sempurna. Pengaspalan yang dilakukan pada kondisi jalan masih dalam kondisi basah karena hujan, akan sangat mempengaruhi pada konstruksi.
Dengan kata lain, hasil pengaspalan tidak akan bisa maksimal, karena daya rekat lapis aspal di bawahnya terlalu basah setelah diguyur hujan. Saat dilintasi aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak lama bila dilewati kendaraan bermuatan berat.
“Apalagi ini adalah merupakan landasan pesawat terbang yang mana beban dan tekanan yang kuat, maka dibutuhkan kualitas landasan bandara yang baik demi keselamatan penerbangan,” ungkap Aria Candra Ketum LSM Geransi.
Aria Candra Ketum Geransi meminta kepada pihak terkait untuk memantau dan mengawasi pekerjaan ini, juga menindak atas kesalahan yang dilakukan Pihak Rekanan yang mengerjakan tidak sesuai Spesifikasi teknis, karena ini menyangkut keselamatan penerbangan.
Pihak bandara juga terkesan sangat tertutup karena media dan LSM dilarang utk mengawasi proyek tersebut. Seperti ketika hendak ditemui saat investigasimedia dan LSM Geransi jam 00:34 wib pada tanggal 9Oktober 2019 tengah malam. Ketika hujan lebat di lokasi proyek tersebut. Bahkan pihak rekanan bekerja tidak ikut aturan yang sebenarnya dan dikuatirkan mutu proyek tersebut bermasalah serius.
Kondisi pengerjaan kandosi seperti ini jelas – jelas melanggar tentang Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara yakni:
“Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Udara No. KP 576 Tahun 2011 Tentang penyusunan rencana kerja dan syarat – syarat (RKS) dan Spesifikasi Teknis pekerjaan fasilitas sisi bandar udara yakni : syarat – syarat teknis pekerjaan aspal Pasal 2 (umum) tentang lingkup pekerjaan tentang pembatasan cuaca yang bunyinya : Setiap lapisan aspal dapat dilaksanakan hanya apabila kondisi permukaan dalam keadaan kering dan apabila cuaca tidak hujan basah,” pungkas Aria Camdra.
Tertutupnya pihak bandara juga dialami Editor memantau situasi pengaspalan jalan di lokasi pengerjaan proyek pengerjaan Perbaikan Permukaan Runwey, Taxiwey Bandara Depati Parbo yang merupakan program Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhungan Udara dalam menata perbaikan permukaan Runwey, taxiwey dan Apron dengan Aspal Hotmix termasuk marking untuk lebih memadai di Bumi Sekepal Tanah Surga ini. Untuk itu diminta pengawasan dari instasi terkait (PPK) atau Konsultan Pengawas, sehingga pengaspalan waktu hujan tidak terjadi lagi.
Untuk itu Media Editor mencoba untuk menemui pelaksana di lokasi proyek, namun kenyataannya tidak diijinkan atau tidak diperbolehkan untuk memasuki lokasi proyek. Hingga saat ini Editor masih belum bisa dan tidak mengetahui pemilik PT. Azka Pembangunan Merangin, karena sangat susah untuk di temui.**KM
Leave a Reply