Apa yang disampaikan oleh petinggi politik dan pernah jadi Ketua Lembaga Tinggi Negara Negeri ini di dalam sistem politik liberal benar adanya sangat mengandalkan uang.
Sekarang liberal itu telah merasuki sendi-sendi kehidupan berdemokrasi masyarakat. Sebagaimana di organisasi politik hampir keseluruhan petingginya dan pejabat yang diusung dan menang di Pilkada termasuk pilpres, dipastikan mengadalkan uang dari pemodal padahal sesungguhnya yang jadi penguasa itu mereka yang dikenal sebagai oligarki.
Apakah di organisasi masyarakat itu terjadi? Tidak jauh berbeda cuma caranya tidak sebrutal oligarki di organisasi politik dan pemerintahan. Di organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial dan lain lain, istilah demokrasi terkadang hanya menjadi pemanis kata, padahal pada pelaksanaannya sering mengangkangi AD/ART dan biasanya ditafsirkan berbeda-beda menurut kepentingan dan kemauan masing-masing.
Disisi lain pengurus atau dengan jabatan tertinggi dengan pandangan yang lain mempunyai kelebihan materi dan jabatan publik, itu biasanya akan menjadikan pengurus lain akan ikut saran dan arah kegiatan organisasi menurut maunya ketua organisasi tersebut walau itu tidak seharusnya diagendakan. Pengurus lain karena tanpa sadar telah dirasuki sistem politik liberal sudah tidak berani bersuara dan berakibat anggota-anggota dalam organisasi hanya menjadi justifikasi, semua kegiatan sudah mereka tentukan dan peran-peran pengurus dan anggota sebagaimana diatur sudah terabaikan dengan sendirinya.
Pada hal nyaris di seluruh daerah di Indonesia yang sangat menjunjung kebersamaan dalam organisasi, ada rasa ada karsa, dimana peran semua komponen masyarakat di edukasi dalam suatu kegiatan sebagaimana petuah mereka: Sibisu, Sipakak, Situli, Simiskin, Sikaya dikondisikan sebagaimana mestinya.
Jadi dengan kondisi sistem leberal yang telah merasuki hampir semua organisasi sosial politik telah menjadi yang telah menjadikan seseorang pemimpin dan kelompok ABS (Orba) yang di sebut Oligarki. didalam organisasi masyarakat itu sudah terjadi sejak beberapa tahun berlalu.
Sementara yang terjadi saat ini, rata-rata anggota organisasi hanya dibayar murah dengan suguhan makanan dan acara-acara seromonial yang mengharap pujian dari undangan tertentu. Jika itu terjadi di organisasi masyarakat tertentu dalam kurun waktu tertentu diyakini organisasi masyarakat itu akan menjadi kenangan buruk dalam komunitas tersebut pada generasi berikutnya.** Jumadi Rajosa
** Penulis adalah aktifis politik, sosial dan kemasyarakatan.
Leave a Reply