Bukittinggi, Editor.- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Bukittinggi, merupakan Lapas pertama yang berhasil memproduksi ikan asap di Sumbar. Memproduksi ikan asap ini, merupakan inovasi baru yang dilakukan Kalapas Kelas IIA Bukittinggi.
Menurut Marten Kalapas Kelas IIA Bukittinggi mengatakan, saat ini pihaknya mampu memproduksi 300 kg ikan asap dalam sehari yang dikerjakan oleh warga binaan.
“Produksi awal baru 300 kg, akan ditingkatkan terus sampai hasil produksi mencapai 500 kg ikan asap perhari,” kata Marten, Kamis (08/04).
Menurut Marten, untuk memperoleh ikan basahnya didatangkan dari luar daerah seperti Kota Padang, Lubuk Basung, Pariaman dan daerah lainnya, karena Lapas Kelas IIA Bukittinggi belum membudidayakan ikan lele yang menjadi bahan ikan asap.
Bila saja ada petani di Bukittinggi dan sekitarnya yang membudidayakan ikan leke, pihak lapas siap membeli dalam jumlah besar, sehingga bisa memproduksi ikan asap dalam sehari sesuai permintaan.
Marten menambahkan untuk memproduksi ikan asap di lembaga pemasyaakatan, ia dibantu oleh 35 orang pekerja yang sebelumnya sudah dilatih dan diberi pembinaan.
Sementara Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, mengapresiasi hasil karya dari warga binaan Lapas klas IIA Bukittinggi. Pemko Bukittinggi juga akan membantu memasok ikan, bekerjasama dengan peternak lele di Bukittinggi.
“Ini sangat luar biasa. Ini tentu akan menjadi hal positif bagi saudara kita yang ada di Lapas kelas IIA ini. Bisa menjadi modal keterampilan untuk berusaha setelah keluar nanti. Pemko akan berupaya membantu memasok ikan. InsyaAllah kita akan bantu, agar warga binaan bisa memproduksi 1 ton ikan asap dengan budidaya lele dari masyarakat,” jelas Marfendi.** Widya
Leave a Reply