Bukittinggi, Editor.- Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengatakan, pergantian pejabat di Pemko Bukittinggi melalui pertimbangan matang. Termasuk penggantian Camat ABTB dari Nadiatul Khairiah kepada pejabat baru Hastine Atas Asih.
Menurut Wako, Nadia disiapkannya untuk mengisi jabatan yang paling strategis di Bukittinggi, yaitu Disparpora.
Terhadap Hastine Wako optimis dia bisa bekerja, buktinya selama di Kelurahan Campago Ipuah yang merupakan kelurahan padat penduduk, banyak persoalan, ekonomi, sosial dan budaya. Semua tantangan itu bisa diatasi dengan baik oleh Hastine sebagai lurah,” ujar Wako Ernan Safar pada serahterima habatan Camat Kecamatan ABTB, yang di gelar di halaman kantor Camat setempat, Senin( 4/7)
Erman Safar menyebut dirinya tidak pernah membedakan gender dalam mengangkat pejabat. Ia lebih melirik kinerja dan capaian prestasi kerja.
Erman Safar juga menceritakan bagaimana semangat juang pemuda dibandingkan dengan generasi tua.
Lebih lanjut Wako Erman Safar mengungkapkan, Pemko Bukittinggi, akan fokus memindahkan pusat kegiatan ke ABTB. Kegiatan berlibur bersama keluarga, dan kegiatan olahraga akan dipusatkan di ABTB.
“Pada saatnya nanti kami akan mengundang ninikmamak untuk membicarakan ini,” ujarnya.
Selain itu, Erman Safar berpesan agar kelompok budayawan dan seniman asli ABTB dirangkul untuk tampil ke tingkat Kota Bukittinggi.
Jabatan Camat Kecamatan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB),Kota Bukittinggi di serahterimakan dari Nadiatul Khairiah kepada pejabat baru Hastine Atas Asih.
Acara sertijab itu, selain dihadiri Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, juga kelihatan Sejumlah Kepala OPD, Camat se Kota Bukittinggi, dan lurah se Kec ABTB,serta tokoh masarakat setempat.
Proses Serah terima ini terjadi, karena pejabat lama Nadiatul Khairiah telah dilantik sebagai Sekretaris Dinas Parpora Bukittinggi, sejak, 27 Juni 2022. Dengan terjadinya pergeseran ini,camat perempuan pertama di Bukittingg itu, hanya 10 bulan menjabat sebagai Camat ABTB.
Selama rentang waktu 10 bulan itu, Kecamatan ABTB menurut Nadiatul Khairiah telah menorehkan beberapa prestasi, diantaranya lomba tingkat kota Bukittinggi, tingkat Sumbar, hingga tingkat nasional.
Prestasi itu, berkat dukungan Lurah dan Niniak Mamak, Bundo Kanduang, serta pemuda Kecamatan ABTB, ujar Nadiatul Khairiah.
Dikatakannya, Setiap ada awal pasti akhir, setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan, bapisah bukannyo bacarai. Semoga Kec.ABTB lebih hebat lagi di bawah pimpinan camat yang baru, tambahnya.
Sementara itu, Hastine Atas Asih, mengaku terharu atas antusias warga Kelurahan Campago Ipuah mengantarkannya ke Kantor Camat ABTB.
Camat baru Hastine Atas Asih, jebolan IPDN berusia 31 tahun ini, sebelumnya menjadi lurah selama 5 tahun di Kelurahan Puhun Tembok, dan 10 bulan di Kelurahan Campago Ipuah.
Hastine menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Erman Safar atas amanah yang diberikan. Ia berjanji akan selalu melaksanakan apa yang dipesankan Wali Kota untuk menjaga masyarakat ABTB.
“Insya Allah akan kami lanjutkan inovasi yang sudah diperbuat camat sebelumnya. Secara bermusyawarah kami akan segera berkoordinasi dengan Niniak Mamak dan segenap pemangku kepentingan,” ujarnya.
Menurut Hastine, 22 persen warga Bukittinggi berada di Kecamatan ABTB. Ini tugas yang berat ke depan untuk menjadikan warga lebih baik. Ia pun siap menunggu arahan dan bimbingan tokoh-tokoh Kecamatan ABTB,katanya.
“Mohon berikan saya kritik yang membangun, kami tidak bisa bekerja sendirian tanpa bantuan warga,kita ciptakan tim yang kompak untuk memajukan masyarakat ABTB, mari bersama kita mambangun kampung ABTB,” harapnya.
Tokoh masarakat Kecamatan ABTB, Gusrizal Datuk Salubuak Basa, dalam sambutan mengatakan, masih banyak tugas yang belum dikerjakan oleh camat sebelumnya karena singkatnya masa jabatan di ABTB. Camat yang baru juga akan dituntut oleh tugas yang akan telah menanti.
Untuk itu, diharapkannya, Para lurah perlu bersinergi membantu pekerjaan camat yang baru, harapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, menurut penelitian terdapat 120 ton sampah yang dibuang ke Ngarai Sianok, 70 persennya adalah sampah kompos. Sejatinya itu bisa diolah menjadi pupuk jika dikelola secara mandiri. Ini tantangan yang sangat menarik bagi camat yang baru untuk membuktikan unjuk kinerja, ungkap Gusrizal.** Widya
Leave a Reply