Bukittinggi, Editor.- Pedagang korban kebakaran Pasar bawah Aur Tajungkang mengaku belum mendapat bantuan dari Pemko Bukittinggi sampai saat ini.
Seperti diungkapkan Evi ( 55) pedagang kain, mengaku mengalami kerugian Rp 15.000.000, Ayu mengalami kerugian Rp 7.000.000, dan nenek Ana menderita kerugian Rp 10.000.000,- dan korban lainnya mengalami kerugian yang berbeda beda.
Pengakuan mereka kepada media ini, Rabu lalu mengatakan, bantuan yang mereka terima sampai saat ini baru dari Perantau Rp1.000.000,- dari Baznas Rp 1.000.000,- an dari pengurus Surau Kamba Rp 250.000. Perantau dan Baznas sebelum menyerahkan bantuan, meminta KK dan KTP, jelasnya.
Menurut Nenek Anna, dia mengaku sudah berjualan di kios Aua Tajungkang ini 20 tahun. Dia saat ini tinggal sebatang kara. Untuk itu Nenek Ana mengharapkan bantuan dari Pemko Bukittinggi.
“Kami indoklo banyak banyak mintak bantuan do, sakadarnyo sajo untuk pamboli galeh baliak,yaaah kalau bisa agak Rp 5 jutalah,” ujar nenek Anna yang diamini kawan kawannya pedagang korban kebakaran tersebut ketika ditanya Media ini Rabu pekan lalu.
Para korban kebakaran ini telah mulai berjualan kembali pada hari pasar, Rabu dan Sabtu di lokasi kebaran dibawah payung dengan barang dagangan seadanya.
Seperti diketahui, Musibah Kebakaran di Pasar Aur Tajungkang pada Selasa 16 November 2021. Kebakaran tersebut terjadi pukul 06.00 WIB. Tercatat 28 petak kios terbakar meliputi 8 kios (ukuran 4 x 2.5 meter) dan 20 kios ukuran (1.5 x 2 meter) yang posisinya saling berhadapan. Antara lain pedagang pakaian bekas dan dandang aluminium. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Total kerugian materil diestimasi berjumlah Rp. 500 juta.** Widya
Leave a Reply