Sawahlunto, Editor.- Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemenaker) menganggarkan 14 miliyar rupiah untuk Pembangunan Workshop Kejuruan Otomotif (Operator Alat Berat dan Mekanik Alat Berat) yang merupakan pengembangan dari Unit Pelaksana Teknis (UPTP) Balai Latihan Kerja (BLK) Padang dalam rangka peningkatan kompetensi kerja masyarakat khususnya Sawahlunto di Kawasan Perambahan Desa Batu Tanjung Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari Penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan seluas 3 hektar antara Walikota Sawahlunto Deri Asta dengan Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker RI Budi Hartawan beberapa waktu lalu.
Lahan ini awalnya adalah bekas Kampus Lapangan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Kementerian ESDM yang telah dihibahkan kepada Pemerintah Kota Sawahlunto pada tahun 2020 dengan seluas 8 hektar.
Dengan dibangunnya Workshop BLK Kejuruan Otomotif Alat Berat ini, visi Pemerintah Kota Sawahlunto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi kreatif serta mengadakan pelatihan melalui Balai Latihan Kerja bisa terwujud.
Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Sawahlunto Deri Asta pada saat peninjauan lokasi bersama Dirjen Binalavotas beserta rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumbar Nasrizal, Kepala BLK Padang Syamsi Hari, tokoh masyarakat Sumbar yang juga mantan Dirjen Binalavotas Kemenaker Masri Hasyar, Ketua DPRD Sawahlunto Eka Wahyu, Wakil Ketua DPRD Sawahlunto Elfia Rita Dewi, Kepala Dinas DPMTSPNaker Sawahlunto Dwi Darmawati dan beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemko Sawahlunto.
“Ini memang keinginan kita, menghibahkan 3 hektar lahan di kawasan Parambahan ini agar Kementerian Ketenagakerjaan mau membangun workshop alat berat ini”, Sabtu 7 Agustus 2021di Parambahan
Ini jelas sangat kita butuhkan karena di wilayah Sumatera belum ada BLK dengan kejuruan ini, cuma ada satu yang seperti ini di Indonesia yaitu di Samarinda, Kalimantan. Seperti yang kita ketahui di kawasan Sumatera, khususnya di Sawahlunto kompetensi alat berat ini sangat banyak dibutuhkan. Kita didik mereka disini agar mereka memiliki skil yang dibutuhkan hingga bisa terserap oleh lapangan kerja,” ujar Deri.
Lebih lanjut Walikota Sawahlunto mengungkapkan cita-citanya ingin menjadikan lahan hibah tersebut menjadi kawasan yang diperuntukan bagi penelitian dan pengembangan sains serta teknologi berdasarkan kepentingan bisnis atau disebut dengan Techno Park.
“Lahan ini luasnya 8 hektar dan yang kita hibahkan 3 hektar, konsep untuk jangka panjangnya itu mungkin ada tempat pelatihan dari Kementerian-Kementerian yang lain dan kita sedang menjajaki itu. Areal yang 8 hektar ini akan kita jadikan tempat pelatihan dan pengembangan SDM, semacam Techno Park dan ini dimulai oleh Kemenaker”, kata Deri
Saat peninjauan lokasi, Dirjen Binalavotas Kemenaker RI Budi Hartawan beserta rombongan sangat kagum melihat areal tersebut karena sudah ada beberapa fasiltas berupa beberapa buah gedung, ketersedian listrik termasuk penerangan areal serta sumber air dan langsung merencanakan pekerjaan pemeliharaan untuk semua fasilitas tersebut pada tahun 2021 ini.
“Ini sudah bagus, sudah ada beberapa fasilitas, ini kita lakukan perawatan terlebih dahulu pada 2021 setelah proses administrasi balik nama hibahnya selesai,” kata Dirjen Binalavotas
Antusiasme Dirjen Binalavotas terhadap proyek ini sangat tinggi dan ingin segera merampungkan perencanaannya agar pada tahun 2022 pekerjaan pembangunan bisa terakomodir dan terlaksana sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya segera, harap Budi Hartawan
“BLK milik Kementerian Tenaga Kerja bersifat terbuka untuk siapa saja karena berada di Pemerintah Pusat dan dikelola oleh UPTP BLK Padang, namun karena keberadaannya di Kota Sawahlunto maka warga Kota Sawahlunto yang kita dahulukan. Karena BLK alat berat seperti ini cuma ada di Kalimantan dan Sawahlunto maka daerah lain juga bisa ikut pelatihan disini, sehingga diharapkan dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi Sawahlunto. Nah, ini segera kita bikin perencanaan minggu depan, kita bikin apa yang bisa kita bikin sementara,” ujar Budi Hartawan
Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu yang keluarganya juga pengusaha Tambang Batubara sangat mendukung program pemerintah ini.
“Kami DPRD Kota Sawahlunto sangat mendukung rencana ini, karena ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita tamatan sekolah untuk mendapat pendidikan dan pelatihan. Kota kita ini memiliki sejumlah perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan Batubara, dengan mengikuti pelatihan dan pendidikan di BLK ini mereka tentunya diharapkan akan dengan mudah mendapat pekerjaan karena juga dibekali dengan sertifikat kompetensi,” harap Eka.
Pada acara seremoni Penyerahan Sertifikat Lahan, Pemko Sawahlunto juga menitipkan Proposal kepada Dirjen Binalavotas untuk melengkapi fasilitas BLK Sawahlunto yang saat ini fasilitasnya masih terbatas agar pelaksanaan pelatihan bisa lebih optimal baik secara kualitas maupun dari jumlah paket pelatihannya.
Terkhusus lagi pada kesempatan ini, Pemko Sawahlunto mengusulkan agar Kemnaker dapat memfasilitasi pendidikan dasar untuk calon instruktur Kejuruan Garmen dan Tata Boga guna mendukung Program Kerjasama Menjahit Konveksi dengan PT. Asiaco Batamindo, karena paket pelatihan ini sangat diminati. Saat ini BLK sawahlunto sudah memiliki 4 orang instruktur.
Rencana pengembangan kedepan, BLK Padang akan merekrut calon instruktur 4 sampai 5 orang untuk dilatih menjadi instruktur Kementerian Ketenagakerjaan dan diharapkan berasal dari Sawahluto karena diperkirakan lebih efektif.
Tahap berikutnya Kemenaker juga akan mengundang perusahan-perusahaan yang ada di Sawahlunto untuk berdiskusi guna membangun kolaborasi dan bersinergi dalam pengembangan BLK di Sawahlunto yang nantinya akan membuat komitmen Pengembangan Workshop dalam bentuk pemanfaatan peralatan yang dimiliki perusahaan-perusahaan untuk pelatihan dan yang paling penting adalah untuk penyerapan tenaga kerja pasca pelatihan yang sejalan dengan program Kemenaker yaitu Pelatihan Kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri.
Kemudian DPMPTSPNaker Sawahlunto diminta untuk memetakan potensi daerah diluar kejuruan alat berat agar dapat memahami kondisi pasar kerja supaya bisa menyusun pelatihan kejuruan lainnya hingga mampu melangkapi kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada di wilayah Sawahlunto dan sekitarnya.** Leo/ DPMPTSPNaker
Leave a Reply