Sawahlunto, Editor.- Pertambangan batu bara di Kota Sawahlunto kembali menelan korban, kali ini terjadi di areal tambang yang di kelola CV. Bara Mitra Kencana (BMK) di kawasan Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, sebanyak 2 orang pekerja tambang meninggal dan satu orang selamat pada kecelakaan yang terjadi pada Jumat (24/01/20) lalu.
Ke-2 orang pekerja tambang yang tewas bernama Israwanto 36 tahun warga Karang Anyar, Desa Santur, Kecamatan Barangin. Dan korban kedua Tian Setiawan 34 tahun warga Desa Salak, Kecamatan Talawi. Sedang 1 orang korban yang selamat yakni Dedi Margianto 30 tahun asal Desa Sikalang, Kecamatan Talawi.
Direktur CV. BKM H. Jhon Reflita yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Sawahlunto mengatakan, “Kecelakaan itu terjadi seketika, namun saya tidak melihat langsung dan hanya mendapatkan laporan dari perugas Kepala Teknik Tambang (KTT).” katanya pada saat melakukan pertemuan dengan Wartawan Kota Sawahlunto, Sabtu (25/01/20) kemarin.
Untuk tidakan yang kami lakukan, lanjut Jhon reflika, “Saya telah mengunjungi ke 2 keluarga korban dan seluruh biaya penyelengaraan mayat, uang duka keluarga dan lainnya menjadi tanggung jawab saya selaku direktur, karena kedua korban merupakan karyawan yang sudah di asuransikan. Untuk proses selanjutnya dia serahkan kepada pihak keamanan Polri dan Inspektur Tambang.” tambahnya.
Kapolres Sawahlunto, AKBP Junaidi Nur, SH, SIK, Senin (27/01/20) lalu menjelaskan, memang telah terjadi kecelakaan tambang dilokasi tambang CV. Bara Mitra Kencana (BMK), kejadian tersebut mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 1 orang korban lainnya selamat.
AKBP Junaidi Nur menambahkan, kecelakaan tersebut terjadi karena masalah teknis penambangan. Menurut hasil visum dari dokter RSUD Kota Sawahlunto, korban diduga tewas akibat kekurangan pasokan oksigen CO2. Bukan akibat adanya ledakan yang mengakibatkan kematian kedua pekerja tambang tersebut.**Dinno/Leo
Leave a Reply