Payakumbuh, Editor.-Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dr. Dasril S.Pd.M.Pd paparkan 7 isu strategis pendidikan di Kota Payakumbuh dalam acara Forum Perangkat Daerah yang digelar di Aula Kantor Bersama Padang Kaduduak, Jumat (24/2/2023).
Kegiatan tersebut di gelar Disdik Payakumbuh dalam rangka menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Tahun 2024 dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.
Agenda tetsebut juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Payakumbuh untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mewujudkan pendidikan Kota Payakumbuh cerdas berkarakter.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Organisasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Kepala Sekolah dan Stakeholder lainnya.
“Melalui kegiatan inilah kita rumuskan rancangan terbaik terkait dengan isu-isu strategis pendidikan yang ada di Kota Payakumbuh. Disini kita berdialog dan berdiskusi supaya dapat membuat program kerja yang optimal kedepan,” jelas Dr. Dasril S.Pd.M.Pd.
Pada kesempat itu, Dr.Dasril memaparkan
ada 7 isu strategis yang masih menjadi problem di Kota Payakumbuh, menurut Dasril adalah masih tingginya minat orang tua menyekolahkan anak ke sekolah swasta. Sekolah yang sudah terakreditasi A baru 76 persen dengan rincian, PAUD yang akreditasi A ada 13, akreditasi B 74, dan akreditasi C 80. Untuk SD yang akreditasi A ada 61, akreditasi B 12, dan akreditasi C ada 1. Untuk SMP yang akreditasi A ada 14, akreditasi B ada 2, dan akreditasi C ada 3.
“Selain itu, kita masih kekurangan guru ASN di Kota Payakumbuh, karena rata-rata guru yang pensiun 50 orang pertahun. Sementara sampai kini kita belum menerima kabar baik untuk penerimaan tenaga pendidik ASN dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Hal lain yang menjadi problem klasik dunia pendidikan adalah masih ada kualitas dan kuantitas sarana prasarana sekolah yang rendah karena menurunnya masa pakai.
“Aset berbentuk barang tentu ada masa pakainya, seperti gedung mulai rusak, mobiler butuh diperbaiki karena sudah tua dan rusak,” ujarnya.
Dr. Dasril, juga mengatakan, belum meratanya kualitas pendidikan, sehingga membuat masih adanya pandangan sekolah favorit dan non favorit.
“Nilai rapor pendidikan masih perlu peningkatan. Ini Salahsatu yang butuh kita dorong untuk tingkatkan,” tambahnya.
Lebih lanjut Dasril mengungkapkan, di Payakumbuh ada 264 Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta Formal dan Non Formal, terdiri dari 82 Kelompok Bermain, 6 Tempat Penitipan Anak (TPA), 51 Taman Kanak-Kanak, 84 Sekolah Dasar, 20 Sekolah Menengah Pertama, 5 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 22 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
“Dari sebanyak itu jumlah satuan pendidikan di Kota Payakumbuh, kita masih kekurangan jumlah pengawas dan pendidik yang ASN, sejak 3 tahun terakhir,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut, bermunculan usulan dan masukan dari berbagai narasumber seperti dari Mantan Kadisdik Hasan Basri, pemerhati pendidikan Asmar Efendi, Kepala Sekolah, dan tokoh lain-lainnya.**Yus
Leave a Reply