Jakarta, Editor.- Pemindahan lokasi penyelenggaraan Pertemuan Nasional (Penas) Tani Nelayan ke XVI dari Kota Padang ke Padang Pariaman tidak saja menimbulkan kecaman dari tokoh dan masyarakat Kota Padang, tapi juga menjadi buah bibir dan pertanyaan para tokoh perantau.
Salah seorang tokoh perantau Minang asal Kota Padang, tepatnya Pauh Sembilan yang juga Ketua IK Arus Jabodetabek, Jumadi Rajosa, S.Pd, merasa heran atas tindakan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno yang memindahkan lokasi penyelenggaraan Penas Tani Nelayan XVI dari Padang ke Padang Pariaman.
“Dari berbagai informasi yang saya peroleh, Gubernur Sumbar mengambil keputusan pemindahan tersebut tanpa ada pemberitahuan sama sekali kepada Pemerintah Kota Padang. Padahal lembaga terkait sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari, termasuk masyarakat yang rumahnya akan dipakai untuk pemondokan para peserta Penas XVI yang datang dari seluruh Indonesia,” kata Jumadi ketika ditemui disela kesibukannya menjaring nama-nama pengurus Bako IKK Padang pasca Mubeslub beberapa waktu lalu.
Menurut Jumadi, agar masyarakat tahu dan mengerti, karena ada yang beranggapan masalah tersebut sarat beban politis, Gubernur Sumbar harus menjelaskan secara terbuka dasar pemikiran dan pertimbangan dari keputusan memindahkan lokasi Penas XVI ke Padang Pariaman.
“Gubernur harus menjelaskan kepada masyarakat secara rinci, agar isyu yang berkembang tentang hal itu adalah salah satu pembunuhan karakter terhadap Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah yang disebut-sebut sebagai calon kuat Gubernur Sumbar pada Pilkada 2020 mendatang tidak menjadi bola liar dan panas,” lanjut Jumadi. ** Awal
Leave a Reply