Limapuluh Kota, Editor.- Perokonomian masarakat Kecamatan Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota semakin surut dan lesu sejak anjloknya harga gambir dan karet.Sepanjang tahun 2019 ini harga gambir masih berkutat di bawah Rp 20.000 perkg, dan karet di bawah angka Rp 7.000 per kg nya.
Informasi yang dikumpulkan media ini, ternyata perekonomian warga Luak Limopuluah yang semakin terpuruk itu, tidak saja di Kecamatan Pangkakan, tapi juga di Kecamatan lainnya. Seperti di Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Bukitbarisan, Kecamatan Suliki, Kecamatan Gunuang Omeh, Kecamatan Mungka, kecamatan Harau,Luhak dan Lareh Sago Halaban, juga mengalami hal yang sama, karena sebagian besar masayrakat di daerah tersebut mengandalkan gambir dan karet sebagai sumber kehidupan ekonomi meraka.
Di Kecamatan Pangkalan dan Kapur IX, 90 % persen warganya benar benar mengandalkan gambir dan karet sebagai sumber ekonomi mereka, ujar sekretarisNagari Manggilang Rabaini dalam percakapan dengan media ini baru baru ini di kantor Walinagari Manggilang Kecamatan Pangkalan.
Menurut Rabaini didampingi wali Jorong Subarang Pasar M.Khalis mengatakan, harga gambir rang terpuruk sampai di bawah Rp 20.000 perkilo telah berlangsung lama. Masarkat kami berharap pemerinrah bisa nembantu mencarikan solusinya,bagainana harga gambir bisa meningkat kembali, seperti tahun tahun yang lalu harga gambir mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah yakni menembus Rp 100.000 perkilonyo.
Rp 100.000 perkilo itu yang pas harga gambir. Bila harga gambir berkisar Rp 50 samoai 100 ribu perkilonya, baru petani gambir dapat menikmati hasil kebun gambirnya itu.
Lesunya ekonomi masarakat bisa kita lihat dari kondisi pasar sangat sepi. Bila pengunjung pasar ramai, dan melakukan transaksi atau berbelanja,itu tandanya ekonomi masarakat sangat baik** Yus
Leave a Reply