Event Tour de Singkarak Perlu Dievaluasi

Event Tour de Singkarak yang harus dievaluasi.
Event Tour de Singkarak yang harus dievaluasi.

Payakumbuh, Editor. – Event Tour de Singkarak yang merupakan agenda tahunan Kementrian Pariwisata yang dikemas dalam bentuk balap sepeda melibatkan pembalap manca negara dengan biaya milyaran rupiah perlu dievaluasi. Dari sembilan kali event international (2019)  ini , peningakatan kunjungan wisman terhadap daerah ini tidak signifikan, sehingga out-put maupun out-came-nya  terhadap dunia kepariwisataan Sumbar tidak relevan dengan yang diharapkan.

“Ya.. event Tour de Singkarak merupakan agenda tahunan Kementrian Pariwisata itu harus dievaluasi, dari sembilan kali pelaksanaannya (2011), tujuan event untuk mempromosikan Kepariwisataan Sumbar ke dunia international tidak tercapai, menyusul kunjungan wisaman ke Sumbar dinilai biasa saja dan event ini hanya memberikan hiburan gratis kepada masyarakat menyaksikan pembalab international melewati daerah mereka,” ungkap Drs. Afrimars.MM mantan kepala Dinas Pariwisata Limapuluh Kota kepada wartawan di Payakumbuh kemarin.

Diakui Afrimars, tiap tahun jumlah Kabupaten/ Kota Sumbar yang dilewati pembalap Tour de Singakarak terus bertambah bahkan tahun ini 14 daerah Kabupaten/ Kota Sumbar plus dua daerah di Propinsi Jambi, namun yang menjadi persoalan Out-Put dan Out-Cam dari kegiatan itu terhadap kunjungan Wisman, dan manfaat lain terhadap masyarakat, sementara pelaksanaannya menghabiskan anggaran milyaran rupiah plus tiap Kabupaten Kota tempat star dan finis tahun  ini memberikan bantuan @ Rp. 230 juta  kepada  pelaksanaan.

Untuk itu mantan kepala Dinas Pariwisata Limapuluh Kota 2010/2012 ini berharap, kiranya gubernur dan kepala dinas Pariwisata Sumbar melakukan evaluasi pelaksanaan event Tour de Singakrak yang mengacu kepada azaz manfaat dengan melihat out-put apalagi out-camnya terutama dunia kepariwisataan dan manfaatnya kepada masyarakat luas.

“Wajar wakil gubernur Sumbar Nasrul Abib menganjurkan masyarakat menggelar bazaar saat event itu di gelar agar ada buah yang dipetik masyarakat, sehingga tidak hanya ajang melihat pembalap luar negeri melintasi negeri meraka,” ungkapnya merelis himbauan wagub Nasrul Habib saat pembukaan stage I Pariaman- Batusangkar kemarin. ** Mas/Yus

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*