Duta Besar New Zealad Akan Kunjungi Usaha Sapi Perah di Padang Panjang

Taman sapi perah di Padang Panjang.
Taman sapi perah di Padang Panjang.

Padang Panjang, Editor. –Kota Padang Panjang akan kedatangan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Dr.Jonathan Austin pada 28 November 2019 datang. Kunjungan itu terkait meninjau usaha sapi perah di Padang Panjang, kota dengan produk susu sapi perah terbesar di luar Pulau Jawa.

Bersama Dubes Jonathan juga akan ikut direksi Fonterra, koperasi susu sapi perah New Zealand Perwakilan Indonesia, dan kementerian terkait dari Pemerintahan RI sendiri. Sebelum ke Padang Panjang, rombongan Dubes Jonathan akan bertemu Gubernur Sumatera Barat di Padang pada 27 November.

Informasi tadi terungkap dari Sekda Kota Padang Panjang, Sony Budaya Putra dan Pelaksana tugas (Plt).Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Mulyansri serta Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kabid Nakeswan), Wahidin Berue secara terpisah di Padang Panjang, pekan ini.

Agenda  di Padang Panjang, sesuai hasil Rakor Pemko Padang Panjang di Aula Dinas Pertanian setempat, Selasa (19/11) terkait penyambutan Dubes Jonathan di kota itu, antara lain akan beraudiensi dan ramah-tamah dengan Walikota Fadly Amran beserta pejabat terkait dan stakeholders lainnya.

Setelah itu dilanjutkan dengan tinjauan lapangan, seperti ke lokasi peternakan sapi perah, pengolahan susu sapi oleh KSP-Mersi di Gantiang, Rumah susu (pemasaran & restoran aneka produk susu sapi olahan) di Bukiksurungan, dan salah satu outlet produk susu sapi olahan di lokasi lainnya kota tersebut.

Kunjungan Dubes Jonathan ke Padang Panjang terkait perjanjian kerjasama  Pemerintah RI – New Zealand sebelumnya dalam pengembangan usaha sapi perah di Indonesia. Lokasi kegiatannya di Povinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Di Sumbar, Padang Panjang pusat kegiatan.

Oleh Pemprov Sumbar program itu ditampung pada Renstra Dinas Nakeswan, yakni Padang Panjang sebagai sentra pengembangan usaha sapi perah dengan 7 kota/kabupaten sebagai penyangga. Dari situlah kemudian Dinas Nakeswan Sumbar membangun 1 unit kandang indukan sapi di Silaiangbawah, Padang Panjang.

Di Kota Padang Panjang sendiri, Pemko setempat melalui Kepala Dinas Pertanian dimasa Chandra,  dirintis kerjasama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Out putnya, ada beberapa program bantuan siap digelontorkan oleh Kementan RI ke Padang Panjang terkait pengembangan usaha sapi perah itu dan produk hilirnya.

Contoh program itu, pertama, adanya rencana kerjasama pembangunan sebuah Kawasan pertanian terpadu (KPT) moderen dengan sharing pembiayaan. Kedua, program bantuan sapi indukan dalam jumlah besar. Ketiga, pembangunan pabrik susu UHT. Keempat, bantuan mesin/alat pembuat keju. Keempat, pengiriman tenaga pelatihan/magang ke New Zealand.

Aplikasinya, rencana pembangunan KPT belum terwujud, karena lahan belum tersedia. Pendirian pabrik susu UHT belum terwujud, karena belum ada sharing dananya. Yang mulai terwujud, pemberian bantuan sedikit sapi betina sesuai ketersediaan lahan, bantuan mesin/alat pembuat keju, dan magang ke New Zealand.

Usaha peternakan sapi perah di Padang Panjang, seperti diketahui, mulai ditumbuhkan pada 1981. Hal itu setelah ada bantuan indukan sapi dari Kementerian Koperasi RI ke sejumlah kota/kabupaten di Sumbar, salah satu Padang Panjang. Dalam perkembangan kemudian, yang bertahan dan cukup berkembang itu di Padang Panjang.

Saat ini, sesuai data yang diungkap oleh Kabid Nakeswan Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Wahidin Berue, jumlah produksi susu 1.000 – 1.100 liter/hari. Turun dari 2018 yang berjumlah sekitar 1.300 liter/hari. Meski turun, tapi itu produksi susu terbanyak diluar Pulau Jawa.

Pengolahan produksi susu sapi perah di Padang Panjang belakangan juga mengalami perkembangan cukup menggembirakan. Sebab, pengolahan produksi susu lewat Koperasi sapi perah Merapi Singgalang (KSP-Mersi) di Gantiang sudah lolos uji dan dapat izin edar dari BPOM Padang. Kedatangan Dubes New Zealand, Dr. Jonathan Austin bersama pihak terkait dari Kementan RI meninjau usaha sapi perah di Padang Panjang diharapkan akan jadi pendorong perkembangan usaha sapi perah di Padang Panjang dan Sumbar. ** Yet/ Sheni

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*