Bukittinggi, Editor.- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi berikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelamatan Arsip Lembaga Kemasyarakatan dan Perorangan.
Bimtek tersebut digelar dua hari, dari 25 – 26 Oktober 2021 di Aula Kantor Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.
Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bukittinggi, Jonhni, Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 100 orang utusan dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan yang berada di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan; seperti RT/RW, Karang Taruna, PKK, LPM, Kerapatan Adat Nagari dan Bundo Kanduang.
Diharapkan Melalui kegiatan Bimtek ini, masyarakat semakin memahami filosofi dan hakikat tentang kearsipan, baik yang dimiliki atau dikelola oleh organisasi kemasyarakatan maupun yang dimiliki oleh perorangan.
Disamping itu, dengan Bimtek ini, diharapkan akan semakin tumbuh dan berkembangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melakukan upaya perlindungan dan penyelamatan arsip.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT karena dapat mewujudkan rencana krusial dan sangat penting yang sudah sejak lama dicita-citakan. Dan secara khusus, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bapak Ibnu Asis yang telah menggagas terlaksananya kegiatan Bimtek ini melalui usulan pokok-pokok pikiran beliau sebagai anggota DPRD Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Dikatakannya, Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan menyatakan bahwa arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, yang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan, dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Untuk mencegah terjadinya kehilangan dan kerusakan terhadap keberadaan arsip dinamis dan arsip statis, termasuk di dalamnya arsip yang dimiliki dan xdikelola oleh lembaga kemasyarakatan maupun perorangan, diperlukan upaya strategis berupa perlindungan dan penyelamatan arsip tersebut, katanya .
Bertindak sebagai narasumber pada Bimtek tersebut, Sutiasni, selaku arsiparis madya dari Lembaga Arsip Nasional Republik Idonesia dan Bapak Romy Zulfi Yandra selaku arsiparis madya dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta anggota Komisi II DPRD Kota Bukittinggi.
Dalam Bimtek tersebut, turut diperkenalkan pula, teknologi tepat guna, sederhana dan praktis terkait perlindungan dan penyelamatan arsip statis dan vital yang dimiliki oleh Organisasi Kemasyarakatan dan Perseorangan, yang dinamakan enkapsulasi.
Secara spesifik, enkapsulasi dapat dimaknai sebagai plastik khusus tidak kedap udara, yang dirancang untuk pembungkus atau pembalut dokumen- dokumen penting dan berharga milik organisasi atau perorangan, seperti layaknya cangkang kapsul sebagai tempat wadah atau pelindung obat-obatan.
Sementara itu, Anggota DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tulus atas antusiasme dan semangat belajar yang tinggi dari para peserta Bimtek yang merupakan fungsionaris dan aktivis organisasi kemasyarakatan di tingkat Kelurahan itu.
“Kami berharap, semoga Bimtek serupa dapat pula dilaksanakan untuk tahun mendatang. Agar terwujud dan terbentuk masyarakat sadar arsip di Kota Bukittinggi yang sarat catatan sejarah,” harapnya. ** Widya
Leave a Reply