Bukittinggi, Editor.- Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dampingi Wakil Gubernur Sumbar membuka kejuaraan Nasional Pencak Silat Dang Tuanku VI di GOR Bermawi Bukittinggi, Selasa (14/10).
Kejuaraan yang diikuti sekitar 1700 pesilat dari berbagai daerah di Indonesia itu, digelar Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat.
Kegiatan yang berskala nasional ini, menjadi ajang silaturahmi sekaligus unjuk prestasi bagi para pesilat muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada pembukaan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat yang juga Ketua IPSI Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, turut didampingi Ketua KONI Bukittinggi, dan 1.700 peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kejuaraan yang tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga turut memperkuat pelestarian budaya Minangkabau melalui seni bela diri tradisional pencak silat.
Menurut Wako Ramlan, ajang seperti ini memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.
“Pencak silat merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan bersama. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga tradisi, kebudayaan, dan seni yang diturunkan dari generasi ke generasi. Melalui silat, kita membentuk karakter anak-anak yang beretika, menghormati guru dan menghargai sesama. Event seperti ini juga memberikan dampak positif bagi pariwisata Bukittinggi. Insyaallah, tahun depan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Jam Gadang, kegiatan ini akan kita selenggarakan dalam skala yang lebih besar lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat , Vasko Ruseimy, menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam meraih prestasi olahraga.
Dikatakannya, IPSI Sumbar berkomitmen akan terus mendorong pengembangan dan pelestarian pencak silat di Bukittinggi serta di seluruh daerah Sumatera Barat.
“Setiap prestasi harus berakar pada pengetahuan dan tradisi budaya kita. Dari Kota Bukittinggi ini, saya berharap lahir pesilat- pesilat hebat yang membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional. Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting budaya silat tetap hidup dan lestari. Antusiasme masyarakat terhadap pencak silat sangat luar biasa, dan dengan semangat kebersamaan ini, saya yakin kita mampu menorehkan sejarah baru bagi dunia persilatan di Sumatera Barat,” ujarnya
Ketua KONI Bukittinggi, Hendra Hendarmin, mengharapkan agar kejuaraan ini dapat menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan event olahraga yang lebih besar di masa mendatang.
Kejuaraan Pencak Silat Dang Tuanku VI menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda Bukittinggi. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya Minangkabau melalui olahraga bela diri tradisional.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak kejuaraan daerah yang digelar di Bukittinggi, sehingga kota ini tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah penyelenggara, tetapi juga mampu melahirkan para juara dari daerahnya sendiri,” harapnya. ** widya
Leave a Reply