Dari Workshop Online Research Skill ISI Padang Panjang, Hati-Hati Jangan Terpilih Jurnal Abal-Abal!

Peserta workshop online research skill ISI Padang Panjang.
Peserta workshop online research skill ISI Padang Panjang.

Padang,  Editor.-  Hati hati dalam memilih jurnal ilmiah. Jika tidak, bisa terpilih jurnal abal-abal yang  tidak  jelas bahkan tidak ada keberlanjutan (discontinue) terbitnya. Pesan tersebut terkuak dari Workshop Online Research Skill  yang digelar Unit pelaksana Perpustakaan ISI Padang Panjang  di  Rocky Hotel, Padang, 24-25/9.

Workshop di hari kedua dengan tema “Teknik Penelusuran Informasi” itu mengadirkan narasumber Andi Saputra, S.Kom, M.Kom dari Unand. Di sesi tanya jawab, Wakil Rektor ISI, Prof. Dr. Andar Indra Sastra, S.Sen, MM  juga ikut memberi pencerahan kepada 40 peserta dari kalangan dosen dan pustakawan ISI Padang Panjang.

Artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal  nasional/internasional  jamak menjadi syarat kelulusan mahasiswa dari S1 hingga S3, gelar profesor dan kenaikan pangkat. Tapi, tak semudah membalik telapak tangan untuk memasukkan naskah ke sebuah jurnal yang telah diakui reputasinya.  Menghabiskan banyak waktu, pikiran, tenaga, kesabaran dan ketelitian untuk lulus penilaian oleh tim khusus akreditasi. Dan, akan lebih sulit lagi menembus  jurnal internasional berbahasa Inggris seperti Scopus.

Untuk bisa publish di jurnal adakalanya seseorang mencari jalan pintas dengan membayar pengelola jurnal hingga belasan juta rupiah, ujar Andra Indra Sastra saat dimintakan  pandanganya dalam sesi tanya jawab dipandu moderator, Dr.Asril. Setelah dilakukan pembayaran, tulisan ilmiah tersebut hanya tayang beberapa bulan saja, setelah itu jurnalnya hilang entah kemana, tidak ada keberlanjutan alias discontinue, tambah professor pengkajian seni dari ISI  itu.

Di Indonesia ada beberapa jurnal yang telah diakui. Salahsatunya Sinta (Science and Technology Index) yang tersinkronisasi dengan Google Scholar, Scopus, IPI, dan juga dengan Inasti. Sinta digagas pada tahun 2016  dan resmi diluncurkan 2017  oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek dan Pendidikan Tinggi RI. Selain sebagai sarana publikasi hasil penelitian,  Sinta  juga menjadi tempat mencari ide-ide penelitian.

Senada  dengan Andar,  narasumber Andi  Saputra  mengungkap, menembus  scopus memang sulit, jadi untuk para dosen coba saja  dulu  publish ke  Sinta. Sinta sendiri  terbagi menjadi beberapa kategori mulai dari Sinta 1 untuk akreditasi tertinggi sampai Sinta 6. Bisa publish di  kategori 3 dan 2, apalagi sinta 1 itu sudah lumayan meraih akreditasi A dan B.

Menurut pengamatan Andi, judul dan materi penelitian ilmiah merupakan salah satu faktor penentu reputasi. Belakangan yang laku itu cenderung  bergeser ke fenomena kedaerahan  baru di Asia. Paradigma keilmuan mulai berubah ke Asia, ini kesempatan emas bagi kalangan peneliti dan dosen, kata Andi Saputra  menambahkan.

Sebelum mengakhiri sesi tanya jawab, Andi   mengingatkan agar para peniti dan dosen yang akan naik pangkat jangan sampai  ada kehilangan rekam jejak proses jurnalnya. Kalau perlu print,  dan  catat  waktu dan tanggalnya step by step.

Selama 2 hari  Workshop yang  dibuka Rektor ISI diwakili  oleh  Wakil Rektor, Prof. Dr. Andar Indra Sastra pada Sabtu (23/9) itu  mendapat perhatian serius dari para peserta. Indikatornya terlihat begitu antusiasnya  audiens  berdiskusi dengan  kedua narasumber Andi Saputra dan  Dr. Tesri Maideliza, MS, M.Sc  dengan topic  “Menghindari Plagiat di Perguruan Tinggi”  yang berlangsung  hingga pukul 22.30 WIB pada hari pertama.

Sebelumnya ketua pelaksana Junaidi, S.Sen , M.Sen, mengatakan, workshop diikuti  40 orang peserta terdiri dari kalangan dosen metodologi penilitian dan  pustakawan dari  kampus bagonjong ISI. Acara ini digelar dalam meresponi dampak  teknologi dan maraknya system pembejaran online.

Mahasiswa dan dosen perlu strategi yang jitu  untuk penulisan karya ilmiah, baik  dalam  mencari, mengelola, dan memanfaatkan  sumber referensi dunia yang tersedia secara online. Dari unit perpustakaan sendiri kata Junaidi  nantinya  akan  bisa  membantu  mahasiswa dan dosen  dalam penelusuran data  untuk skripsi, jurnal dan sebagainya. ** Yetti Harni

Previous Image
Next Image

info heading

info content

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*