Pariaman, Editor.- Pembangunan gedung baru RSU Ali Sadikin Kota Pariaman yang dibangun dengan mengunakan Dana Alokasi Khsusus (DAK) sebanyak Rp 12,8 M terbangkalai. Dalam waktu pembangunan 5 bulan sejak kontrak kerja 12 juli 2019 hanya siap 48,9 persen.
Kontraktor pelaksanaan PT Puncak Timur Papua pelaksana pembangunan baru ruang Rumah sakit baru melakukan pekerjaan pembangunan pondasi sarang laba (KSL)instalasi rawat jalan pembangunan laboratorium, pembangunan instalasi Bedah Sentral.
Direktur RSUD Ali Sadakin, dr Arlina Azra melalui pejabat penangung jawab kegiatan (PPK) Boy Efendi, membenarkan proyek RSUD Ali Sadikin Kota Pariaman mengunakan dan DAK sebanyak Rp 12, 8 Milyar.
“Kami, lewat pengawas CV Desicon, sesuai prosedur sudah berikan Surat teguran 1,2 dan 3. Namun pihak kontraktor tidak mengindahkan peringatan tersebut. Sebelumnya kita minta pendamping dari Tim TP4D Kejaksaan namun terlambat memasukkan surat ke kejaksaaan, ” jelas Boy Efendi saat ditemui, Kamis (6/2).
Sementara itu Kejari Pariaman Efrianto didampingi Kasi Intel Reynold saat ditemui menjelaskan, pihaknya menunggu laporan dari APIP(Inspektorat kota Pariaman)dan BPK RI. Kalau unsur pindana kerugian negara kita tindak.pihak kontraktor.
Disisi lain Mantan Kadis Kesehatan, Baktiar mengatakan, akibat kurangan pengawasan oleh Dinas Kesehatan Syahrul, pihak kontraktor jadi lalai mengerja proyek yang mengunakan dana DAK Rp 12,8 Milyar tersebut.
Tokoh masyarakat yang paham bangunan, Edi TRD juga mengatakan, kedepan atas Pemko Pariaman harus selektif dalam hal tender. Sehingga pemenang tender, bukan semata perusahaan milik tim sukses tapi harus yang harus profesinal sesuai dengan aturan yang ada. ** Afridon
Leave a Reply