Padang, Editor.- Sampai Sabtu (14/3) belum ada penundaan perjalanan dinas pejabat Pemko Padang keluar negeri atau keluar propinsi, meski isu penyebaran Covid-19 atau virus corona kian meluas. Salain itu belum ada informasi tentang adanya masyarakat yang terkena suspect virus yang mematikan tersebut.
Hal itu dijelaskan Sekretaris Kota Padang, Amasrul ketika dkonfirmasi lewat pesan WA, Minggu (15/3), sehubungan Kota Pdang merupakan salah satu pintu masuk dari luar negeri, baik melalui udara maupun laut. Yaitu Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan pelabuhan Teluk Bayur.
Menurut Amasrul, sejauh ini Pemko Padang baru dalalm tahap pemantauan dan menghimbau melalui surat edaran Walikota Padang yang berisi 14 point yang sifatnya koordinasi dengan pihak terkait, guna mengantisipasi dugaan virus corona supaya jangan terdampak Covid-19.
Saat ini masyarakat Kota Padang yang baru kembali dari daerah terjangkit covid-19 dari tanggal 7 Maret sampai dengan 13 Maret, dilakukan pemantauan dengan self isolation (isolasi dalam rumah selama 14 hari sejak kembali) sebanyak 153 orang, dengan rincian: 7 Maret 45 orang. Kemudian, 8 Maret 1 orang, 9 Maret 31 orang, 10 Maret 24 orang, 11 Maret 30 orang, 12 Maret 17 orang dan 13 Maret 6 orang, “Manifest nama dan alamatnya yang kembali dari luar negeri hal tersebut merupakan pendataan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Padang. Ada 1 orang yang kembali dari China bulan lalu dan sekarang sudah lepas dari pemantauan selama 14 hari.
Sedangkan strategi pengawasan dan pemantauan dalam Kota Padang memberdayakan segenap instansi terkait, rumah sakit dan puskesmas serta tenaga kesehatan atau lembaga kesehatan, lainnya,” ungkap Sekda Kota Padang Amasrul.
Sementara itu Sekdakab Pesisir Selatan Erizon dalam balasan konfirmasinya juga menyebutkan, Pemkab Pesisir Selatan sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) upaya pencegahan dan penanggulan, penyebaran virus corona. Para pejabat untuk sementara dilarang dinas luar daerah, kecuali penting sekali.
Sedangkan tindakan pencegahan antisipasi dugaan virus itu, Pemkab Pesisir Selatan telah menginformasikan lewat pengumuman pada masyarakat dengan cara mencuci tangan serta kegiatan diluar rumah juga pemkab Pesisir Selatan telah menghimbau masyarakat agar dikurangi kegiatan diluar rumah.
“Pemkab Pesisir Selatan buat sementara menghentikan kunjungan ke luar negeri sebagai antisipasi penyebaran virus corona,” tegas Erzon.
Sekaitan info virus corona satu pasein RSU M Djamil yang telah meninggal, Humas RSU M Djamil Padang Gustavianof saat dihubungi lewat ponselnya Minggu 15/3 menjelaskan, diperkirakan hasil labor pemeriksaan Kemenkes 2 hari lagi diperkirakan sudah keluar.
“Itu, baru perkiraan saja, bukan kepastian, kita juga menunggu hasil keputusan dari Kemenkes RI. Jika pasien yang telah meninggal itu positif oleh virus corona sebagai penyebabnya, maka pantaslah masing masing pejabat daerah kabupaten dan kota se-Sumbar, selektif mengizinkan pejabat ASN keluar negeri,” ujarnya. ** Obral Chaniago
Leave a Reply