Bukittinggi, Editor.- Lotting penempatan kios Pasa Ateh Bukittinggi telah dimulai Senin (06/07) di Pasa Ateh, diawali untuk pedagang pakaian jadi yang berjumlah 351 pedagang.
Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Muhammad Idris, mengatakan, lotting dilaksanakan secara bertahap. Pedagang ikut lotting sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pedagang pakaian jadi, mulai lotting hari Senin (06/07). Disusul Pedagang bordir dan sulaman lotting hari berikutnya( Selasa 07/07). Untuk Pedagang sepatu, sandal, tas, bahan dasar, jam, mainan, emas, aksesoris dan kacamata pada hari Rabu (08/07). Pedagang kosmetik, peci, perlengkapan haji, cincin permata, pecah belah, tikar, besi, tukang jahit, lambang, alat tulis, plastik, gorden, hp, elektronik, makanan, counter mainan dan lainnya, dilotting Kamis (09/07), Rinci M.Idris.
“Pedagang yang dapat mengikuti loting harus memenuhi syarat. Yaitu pedagang yang sebelumnya memegang kartu kuning, harus membawa kartu pendaftaran ulang. Pedagang yang sebelumnya mengontrak, membawa nomor hasil lotting dan kartu pendaftaran, bagi yang mewakili membawa surat kuasa yang ditandatangani di atas materai 6.000. Seluruh proses lotting sesuai dengan kesepakatan para pedagang,” ujarnya.
Untuk lotting hari pertama, diikuti oleh 351 pedagang pakaian jadi. Dimana nantinya untuk pedagang pakaian jadi ditempatkan di lantai satu dan lantai dua, dengan rincian 248 pedagang dilantai dua dan 103 di lantai satu. Mulai Senin hingga Kamis proses lotting. Selanjutnya pedagang registrasi ulang. Dan minggu depan, dilakukan penyerahan kunci.
“Kami harap, setelah kunci diberikan, pedagang dapat membuka toko dan segera beraktifitas. Jika ada keinginan renovasi, diajukan dulu izin ke Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan. Toko pun tidak boleh disewakan, jika kedapatan akan segera di segel,” tegas M Idris. ** Widya
Leave a Reply