Padang, Editor.- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menutup secara resmi KPPBI kelima, di Convention Halo Universitas Andalas Padang, Selasa (29/1). Konferensi ini dilaksanakan sebagai ajang tukar menukar informasi terkini tentang perburungan di Indonesia, dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang burung di Indonesia, serta memperluas jejaring guna menyelamatkan keberadaan burung di Indonesia.

Dalam sambutannya Irwan Prayitno mengatakan, Sumatera Barat sudah empat kali mendapatkan penghargaan berturut-turut dari Pemerintah pusat pada urutan kedua dalam bidang Kehutanan dan Lingkungan, di bawah provinsi Jawa Timur. Ini membuktikan Sumbar terbaik dalam menjaga hutan konservasi, menjaga ekosistem, habitatnya terjaga dan pengembangan hutan lebih dari 52 persen dari lahan yang ada.
“Saya bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada peneliti dan pemerhati burung yang selalu berkumpul setahun sekali untuk terus berupaya menjaga pelestarian alam khususnya habitat burung,” ujarnya.

Lebih lanjut Irwan Prayitno mengatakan, peneliti dan pencinta burung banyak manfaatnya untuk kita melestarikan alam. Dengan hadirnya para ahli dan praktisi burung di seluruh Indonesia dan beberapa dari luar negeri , serta akademisi juga peneliti burung dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ani Mardiastuti di konferensi ini, berharap dapat memberikan pembelajaran penting bagaimana cara pelestarian habitat burung.

Hadir dalam acara tersebut Presiden Perhimpunan Ornotolog Indonesia, Dr. Ignatius Pramana Yuda, dan undangan sebagai peneliti dari negara Australia, Amerika, Belanda, dan Jerman. Mereka berdiskusi dan memperluas jejaring guna menyelamatkan keberadaan burung di Indonesia, selain itu ada juga peneliti burung dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Profesor Ani Mardiastuti, Institut Pertanian Bogor, LIPI, Universitas Padjajaran, Universitas Atmajaya Yogyakarta, dan undangan lainnya dengan jumlah peserta sekitar 200 orang. ** Zardi/Hms
Leave a Reply