Sumpur, Editor.- Bencana longsor terjadi di Jorong Guguak Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kec. Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, sekitar pukul 21.30 Wib, Rabu, 3/6/20. Materialnya merusakan 5 rumah dan satu mushala, serta areal pertanian yang sedang disemai bibit. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Banjir bandang akibat hujan sebelumnya juga ”melanyau” lahan pertanian yang sedang disemai benih, serta menutup badan jalan Sumpur-Paninggahan-Solok.Walau begitu, menurut Kapores Padang Panjang melalui Kasubbag Humas, AKP Witriza Wati, masih ada jalan aternatif yang dapat dilalui kendaraan bermotor dari ke dua arah.
“Kapolres Padang Panjang, AKBP Apri Wibowo, SIK langsung mendatangi lokasi bencana alam bersama dengan Pawas, Iptu Khairul Zaman dan Kanit Laka Polres Padang Panjang, Ipda Junaidi, serta instansi terkait, Rabu, 3 Juni 2020. Beliau langsung mepimpin pembersihan tanah dan material rumah warga yang tertimpa banjir bandang. Namun, karena keadaan dan peralatan yang minim serta penerangan yg kurang kegiatan pembersihan dilanjutkan pagi ini dengan menggunakan alat berat” papar AKP Witriza Wati seraya menambahkan, dalam operasional pembersihan, petugas ikut dibantu penduduk setempat.
Lima rumah yang rusak terdiri dari milik M. Nur (65 Tahun), Syafril, (65 tahun), Ermawati (54 tahun), Zurni, (50 tahun), dan rumah milik Nofriadi (50 tahun). Diantara rumah yang rusak, hanya rumah milik M.Nur alias Mak Inua yang rusak berat, sementara rumah lainnya rusak ringan. Sebuah Mushalla Al Kausar yang berada di alamat yang sama, yakni, di Kandang Itiak, Jorong Guguak Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, mengalamai rusak ringan. Ditaksir kerugian akibat longsor di barat danau Singkarak ini tak kurang dari Rp. 200 juta.
Menurut Informasi dari Kepala Jorong Guguak, Reza Erfan, penghuni rumah yang berada di sekitar lokasi longsor telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kepada warga sekitar dihimbau untuk lebih meningkatkan kewasapadaan, apalagi di musim cuaca yang tidak menentu ini.
Menurut cacatan Editor, longsor beberapa kali terjadi di Sumpur dan daerah tetangganya, Malalo. Pada 5 April silam juga terjadi banjir bandang di dekat terowongan PLTA Malalo yang merusak 3 buah rumah, dan menewaskan 2 orang warga. Terbesar terjadi pada 25 November tahun 2000, seratusan rumah mengalami kerusakan, lima dusun terisolasi , 800an orang terisolasi di Bukit Patah Gigi, dan belasan orang tewas. Pada 17 Januari 2020 lalu longsor juga terjadi di Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh, Malalo yang menghanyutkan 2 rumah, 1 unit mobil dan 1 unit motor. ** Yet/Sheni
Leave a Reply