Limapuluh Kota, Editor.- Pengurus Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) bersama 36 ketua cabang olahraga Limapuluh Kota, khawatir bisa mempertahankan prestasi atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumbar 2020 mendatang, pasalnya anggaran pembinaan atlet yang diajukan KONI Rp. 2,5 milyar hanya disetujui Rp. 800 juta kondisi ini jelas menjadi kendala (KONI) mengembangkan cabang olahraga prestasi menghadapi Porprov mendatang.
Keluhan itu disampaikan Ketua KONI Limapuluh Kota Ir.Davis Emha didampingi pengurus lainnya saat menghadap komisi II DPRD Limapuluh Kota untuk menyampaikan kekhawatiran mereka akan prestasi atlet olahraga Limapuluh Kota pada Porprov mendatang.
Minimnya anggaran yang disetuji DPRD dan Pemerintah Daerah dinilai akan membuat KONI Limapuluh Kota mengalami banyak kendala menyiapkan atlet jelang tampil pada event olahraga paling bergengsi Sumbar tersebut.
Dengan menyadari kendala yang dihadapi, pengurus KONI Limapuluh Kota dipimpin langsung ketua Ir. Davis Emha menyampaikan aspirasinya ke DPRD yang dikemas dalam bentuk hearing dengan anggota dan ketua Komisi II di ruang pimpinan DPRD Limapuluh Kota, Senin (30/12).
“Kondisi ini kami khawatirkan, bisa menggeser capaian prestasi pada Porprov mendatang, justru itu dari saat ini disampaikan kepada anggota dewan sebagai wakil rakyat untuk mencarikan solusi,” kata, Davis Emha.
Dikatakan, KONI bersama ketua cabang olahraga (cabor) terus berusaha memberikan pembinaan kepada seluruh atlet pada 36 cabang olahraga. Terutama dalam hal fasilitasi latihan, perlengkapan, serta kegiatan event-event bagi atlet berprestasi. Tercatat sebanyak 11 cabang olah raga terbukti memberikan kontribusi perolehan medali dalam event olahraga Provinsi maupun Kejurnas yang kita ikuti.
“Jika kita flashback kembali, terkait raihan prestasi Kabupaten Limapuluh Kota, sejak Porprov 2012 hingga Porprov 2018 lalu, prestasi kita (Lima Puluh Kota) masih bertahan di angka lima besar Sumbar,” tambahnya.
Davis berharap, DPRD bersama pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan bidang olah raga, mengingat, Limapuluh Kota dikenal sebagai gudang atlet berprestasi yang berpotensi meraih juara dan prestasi di tingkat nasional ataupun international. **Afrimars
Leave a Reply