Arosuka, Editor.- Ekonomi Kreatif dan kuliner serta sektor wisata merupakan dua hal yang saling berpengaruh dan besinergi jika dikelola dengan baik. Pertumbuhan industri pariwisata diberbagai daerah di pulau jawa dan bali sangat dominan juga didukung oleh terintegrasinya pengembangan destinasi wisata dengan penumbuhan ekonomi kreatif.
Hal ini disampaikan Nasripul Romika, Sos Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Solok pada pembukaan Penyuluhan Pelaku Wisata Industri Kreatif dan Kelompok Masyarakat Pelaku Pariwisata Kabupaten Solok, yang dihadiri sebanyak 50 (lima puluh) orang terdiri dari para pelaku ekonomi kreatif dan pelaku kuliner di Kabupaten Solok, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Provinsi Sumatera Barat Tarmizi, SH, MM, Nara sumber Derliati, S. St, M. Pd, di Ruang Danau Dibawah, Selasa (17/12).
Ia mengatakan, “Kabupaten Solok memiliki potensi dikembangkannya produk ekonomi kreatif dan aneka ragam kuliner khas di masing-masing nagari, untuk dijadikan sebagai pendukung industri pariwisata daerah. Diantaranya Palai Bilih dan Pengek Sasau Singkarak, Gulai Ayam Hitam Sulit Air, Ampiang Dadieh, Kalio Baluik Tapak Leman, Galamai Karucuik, Samba Lado Masiak Patai Cino, Panyiaram Pisang, Samba Lado Cangkuak dan lain sebagainya.”
“Potensi ini tentu akan terus kita maksimalkan dalam upaya mewujudkan Kabupaten Solok sebagai salah satu destinasi wisata favorit ditingkat lokal maupun nasional,” lanjutnya.
Nasripul selanjutnya menyampaikan, “Tujuan pelaksanaan penyuluhan pelaku wisata ekonomi kreatif dan pelaku kuliner diantaranya, meningkatkan wawasan dan kompetensi sumber daya manusia pelaku ekonomi kreatif dan pengelola industri kuliner dan memberi ruang untuk saling besinergi dengan pelaku usaha pariwisata lainnya, sehingga ikut berpartisipasi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Solok.”
Dalam sambutannya, Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM menyampaikan, “Berdasarkan visi pembangunan lima tahun kedepan, yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2016-2021, dan diwujudkan dalam salah satu misi pembangunan daerah yakni meningkatkan peluang dan akses ekonomi masyarakat yang lebih luas, didukung oleh sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai, sekaitan hal tersebut, Pemkab Solok sangat komit terhadap pembangunan sektor pariwisata dan pertanian sabagai sektor prioritas dalam pembangunan.”
Kreatifitas merupakan modal utama dalam menghadapi tentangan global. Bentuk-bentuk ekonomi kreatif selalu tampil dengan nilai tambah yang khas dan mampu menciptakan “pasar” sendiri dan berhasil menyerap tenaga kerja serta pemasukan ekonomi.
Kabupaten Solok dengan 74 Nagari mempunyai keragaman budaya yang sangat unik, disetiap nagari mempunyai adat dan budaya yang berbeda. “Harapan kami, dengan mempunyai keunikan ini, masyarakat kita di Kabupaten Solok khususnya mampu menciptakan ekonomi kreatif dan kuliner yang berbeda dengan daerah lain, mampu memberikan pesona dan cita rasa yang khas,” jelas bupati. **End/Hms
Leave a Reply