Alahan Panjang, Editor.- Pasca kebakaran di Pasa Usang, Alahan Panjang, Kec. Lembah Gumanti, Kab. Solok, Rabu dini hari (3/2) lalu yang diprediksi sebagian besar masyarakat sengaja dibakar oleh orang tak bertanggung jawab, warga Pasar Alahan Panjang jadi resah. Pasalnya santer berita burung akan terjadi lagi kebakaran yang sama di daerah tersebut.
Beredarnya kabar burung tersebut dibenarkan Pj. Wali Nagari Alahan Panjang, Kamaruddin yang juga merupakan pemilik rumah di Pasar Usang yang terbakar tanggal 3 Februari 2017 lalu. Namun dia mengaku tidak tahu dari mana sumber pertama kabar burung yang meresahkan tersebut.

Berkisah tentang musibah yang menghanguskan rumahnya, Kamaruddin yang juga Sekretaris Kecamatan Lembah Gumanti mengatakan, kebakaran ditandai dengan bunyi ledakan disamping kamar anaknya yang merupakan ruangan terbuka dan tempat penumpukan barang-barang yang terpakai. Begitu mendengar teriakan tetangga bernama Eri yang berteriak — kebakaran … kebakaran, bangun Da Kar, bangun … kebakaran, Kamaruddin langsung keluar.
“Begitu saya keluar, api telah menyebar dengan cepat dan saat itu bau minyak tanah bercampur bensin terasa sangat menyengat. Hal pertama yang saya lakukan adalah memindahkan mobil ke jalan raya, lalu kembali lagi untuk menyuruh seluruh keluarga untuk keluar rumah. Saya sempat masuk rumah untuk menyelamatkan surat-surat penting karena barang lain tak mungkin lagi terselamatkan,” jelas Kamaruddin yang akrab disapa Da Kar oleh masyarakat Alahan Panjang.
Menurut dia, meski api telah menyebar dan membakar tumpukan kertas serta barang lain yang tak terpakai di ruangan terbuka tersebut, listrik masih menyala dan baru padam begitu api membakar bagian dalam rumah. Selain menghanguskan rumahnya yang memang terbuat dari kayu, api juga menjalar di tembok pembatas dengan rumah tetangga.
“Tak ada yang tersisa selain pakaian yang lekat di badan, kecuali surat-surat penting yang sempat saya ambil sebelum api membesar,” tutur Kamaruddin yang buat sementara tinggal di rumah dinas Camat Lembah Gumanti karena memang tidak ditinggali oleh Camat.
Beberapa warga masyarakat Pasar Alahan Panjang yang mendatangi lokasi kebakaran pada pagi hari, Rabu (3/2) ketika ditemui Editor mengatakan, sampai pagi masih terlihat genangan air bercampur minyak tanah di sekitar tempat awal mula kebakaran. Selain itu bau minyak tanah bercampur bensin juga masih menyengat hidung. dan bekas minyak tanah juga menempel di tembok pembatas antara rumah Kamaruddin dengan rumah tetangga.
Ketika ditanya apakah pihak kepolisian yang datang memeriksa pasca kebakaran telah memberi tahu apa penyebab kebakaran tersebut, Kamaruddin mengatakan, belum ada pihak Polsek Alahan Panjang yang menghubunginya, guna penyelidikan, termasuk tetangga dan saksi yang pertama kali melihat kebakaran itu juga tak pernah diminati keterangan.
Kapolsek Lembah Gumanti AKP Irwandi yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin siang (20/2) untuk mengkonfirmasi hal ini mengatakan, masalah kebakaran adalah wewenang Polres Arosuka.
“Hubungi saja Kasat Serse, Pak Budi,” katanya lewat telepon seluler.
Kasat Serse Polres Arosuka, Budi yang dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, masalah kebakaran itu masih dalam penyelidikan anggotanya.
“Saya belum bisa menjelaskan penyebab kebakaran tersebut karena masih dalam penyelidikan. Bila penyelidikan telah telah selesai, kami akan memberitahu korban dan masyarakat agar tak resah akibat isu-isu yang tak benar,” kata Budi. ** Rhian
Leave a Reply