Manggung, Editor.- DPRD Kota Pariaman menggelar rapat paripurna istimewa guna mempertingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 kota itu, bertempat. di Aula Gedung DPRD Kota Pariaman, Selasa (2/7)
Ketua DPRD Kota Pariaman mengatakan, kemajuan dan perkembangan Kota Pariaman tidak terlepas dari dukungkan kita bersama. Kita terus mendukung program pemerintahan Kota Pariaman dari sisi penganggaran, DPRD Kota Pariaman mengalokasikan dana pembanguan.
“Kita juga berharap Genius Umar dan Mardison Mahyuddin tetap kompak dalam melanjutkan program pembangunan sampai berakhirnya periode kepemimpinan pada tahun 2023 mendatang. Mari membangun Kota Pariaman penuh dengan kekompakan,’’ kata Faisal dalam pidatonya saat Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-17 Kota Pariaman tersebut.

Lebih rinci dikatakan Faisal, Kota
Pariaman secara otonom telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri pada 2 Juli
2002. Semenjak itu, setiap tanggal 2 Juli diperingati
sebagai hari lahirnya Kota Pariaman dan dikenal dengan Kota Tabuik.
Sebelum ditetapkan sebagai kota otonom, lanjutnya,
Kota Pariaman merupakan bagian dari Kabupaten Padang Pariaman dan
ditetapkan sebagai kota administratif pada 1987. Semenjak ditetapkan
sebagai kota otonom hingga saat ini, sudah enam tokoh yang memimpin Kota
Pariaman, mulai dari yang
ditunjuk oleh pemerintah pusat, DPRD Kota Pariaman, hingga dipilih langsung
oleh warga Pariaman.
“Banyak pembangunan yang
dilakukan namun beberapa di antaranya perlu dievaluasi untuk peningkatan
manfaatnya,” kata Faisal.
Tokoh masyarakat Kota Pariaman sekaligus kakak kandung Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, yang juga mantan Wakil Bupati Padang Pariaman, Martias Mahyuddin mengatakan, setelah menjadi otonom Kota Pariaman berkembang begitu cepat hingga saat ini dan dalam perkembangannya , Kota Pariaman telah mulai menjadi kota wisata.
Upaya itu, ungkapnya lebih lanjut, telah di mulai dari kerja keras mantan Bupati Padang Pariaman, Almarhum Anas Malik yang telah merubah Pantai Pariaman dari wc terpanjang di dunia menjadi pantai kawasan wisata yang bersih.

Sementara itu WaliKota Pariaman, Genius Umar mengatakan, diusia ke-17 tahun Kota Pariaman, masih banyak lagi yang harus dilakukan dalam pembangunan, untuk lebih baik lagi. Meski demikian, pemerintah kota sudah memiliki strategi untuk melakukan berbagai program demi percepatan dalam pembangunan Kota Pariaman kedepannya.
“Strategi awal kami melakukan perbaiki budaya birokrasi, yaitu demi melayani,” ucap WaliKota Pariaman Genius Umar, usai menggelar rapat paripurna istimewa bersama DPRD Kota Pariaman, di Aula DPRD Kota Pariaman, Selasa (2/7 ) .
“Meski tidak
terlibat secara langsung dalam perjuangan itu, kami anak muda Kota Pariaman
memiliki tangungjawab melanjutkan pembangunan,” kata Genius Umar menanggapi perjuangan sejumlah
tokok dalam mendapatkan tonom bagi Kota Pariaman.
Dikatakannya, otonomi Kota Pariaman memberikan dampak perkembangan bagi kedua
daerah yakni Kabupaten Padangpariaman sebagai daerah induk dan Kota Pariaman.
“Anggaran Rp1,2 triliun di Kabupaten Padangpariaman dan Rp800 miliar di Kota
Pariaman dapat dimanfaatkan untuk pembangunan bagi kedua daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Genius memaparkan program pemerintah periodenya yang
telah dan belum terlaksana.
Beberapa program itu seperti pendidikan gratis lanjutan tingkat SMA dan SMK,
Satu Keluarga Satu Sarjana (SAGA SAJA), pembangunan Pasar Pariaman, Water Front
City dan jalan lingkar timur,” pungkasnya
Dengan tahap – tahap itu, pemerintah kota melakukan perampingan organisasi. Tujuannya, agar dana pembangunan lebih banyak dari pada anggaran birokrasi.
“Saya juga berharap semoga saja Kota Pariaman bisa menjadi daerah transit dari segala sektor,” katanya.
Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumbar yang diwakili Kepada Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Provinsi Sumbar. Selain itu juga hadir sejumlah unsur lainnya mulai dari Walikota dan Wakil WaliKota Pariaman, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah provinsi dan kota, pimpinan kota dan kabupaten se-Sumbar, serta organisasi lainnya. ** Afridon/Adv
Leave a Reply